Nadiem Makarim Bicara Awal Mula Pembentukan Grup WhatsApp ‘Mas Menteri Core’
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menjelaskan tentang pembentukan grup WhatsApp ‘Mas Menteri Core’ yang menjadi sorotan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Nadiem memberikan klarifikasi terkait grup tersebut.
Kenalan dengan Nama-Nama Penting
Saat ditanya mengenai anggota grup tersebut, Nadiem menyatakan bahwa ia baru mengenal sejumlah nama seperti Fiona Handayani dan Najelaa Shihab ketika grup tersebut dibentuk. Pengacara Nadiem juga mendalami informasi mengenai kapan Nadiem mulai mengenal Fiona Handayani, yang merupakan salah satu sosok penting dalam kasus tersebut.
Nadiem menjelaskan bahwa ia mengundang orang-orang tersebut ke dalam grup WhatsApp karena mendengar reputasi mereka dari rekomendasi yang diterima. Ia mengaku tidak memiliki pengalaman di bidang pemerintahan maupun pendidikan, sehingga membutuhkan bantuan dari mereka yang dianggap ahli di bidang tersebut.
Klarifikasi Mengenai Dakwaan dan Kerugian Negara
Dalam dakwaan kasus korupsi pengadaan Chromebook, Nadiem didakwa bersama sejumlah pihak lain yang terlibat dalam pengadaan laptop. Jaksa menduga perbuatan para terdakwa mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 2,18 triliun, dengan Nadiem juga disebut menerima keuntungan Rp 809 miliar.
Kuasa hukum Nadiem sebelumnya telah memberikan klarifikasi terkait angka tersebut, menyatakan bahwa nilai Rp 809 miliar itu berasal dari aksi korporasi PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB) kepada PT Gojek Indonesia dan tidak berhubungan langsung dengan Nadiem. Meskipun demikian, persidangan tersebut terus berlanjut untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

