Kemenhaj Dorong Jemaah Gunakan Aplikasi Kawal Haji untuk Penanganan Masalah Lebih Cepat
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mendorong jemaah untuk aktif menggunakan aplikasi Kawal Haji guna melaporkan berbagai kendala layanan selama berada di Arab Saudi. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan masalah menjelang puncak operasional haji 2026.
Pengawasan Digital dengan Aplikasi Kawal Haji
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menjelaskan betapa pentingnya aplikasi Kawal Haji sebagai bagian dari penguatan sistem pengawasan layanan jemaah berbasis digital. Melalui aplikasi ini, jemaah maupun petugas dapat dengan mudah menyampaikan laporan, informasi, maupun kendala layanan selama berada di Tanah Suci.
Melalui aplikasi Kawal Haji, setiap laporan jemaah akan dipantau secara langsung dan segera ditindaklanjuti oleh petugas terkait. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap keluhan jemaah dapat direspons lebih cepat dan tepat, guna meningkatkan kualitas layanan yang diberikan.
Pemanfaatan Kanal Resmi dalam Melaporkan Kendala
Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah untuk memanfaatkan kanal resmi apabila menemui kendala terkait hotel, konsumsi, transportasi, kesehatan, atau kebutuhan pendampingan lainnya. Selain melalui aplikasi Kawal Haji, laporan juga dapat disampaikan kepada petugas kloter, ketua rombongan, ketua regu, hingga petugas sektor.
Maria Assegaff menekankan bahwa transformasi digital dalam layanan haji bukan hanya soal penggunaan teknologi, tetapi bagian dari upaya perubahan tata kelola layanan publik menuju yang lebih transparan dan akuntabel. Kementerian ingin memastikan bahwa setiap laporan jemaah didengar dan ditindaklanjuti dengan baik.
Kemenhaj berharap dengan penggunaan aplikasi Kawal Haji, pengawasan layanan haji dapat diperkuat, terutama menjelang puncak ibadah haji 2026 di Arab Saudi.

