Industri Aset Kripto Mengalami Transformasi Pesat dengan Teknologi Blockchain
Aset kripto tidak lagi hanya digunakan sebagai alat investasi, namun telah merambah ke berbagai penggunaan nyata melalui pemanfaatan teknologi blockchain. Hal ini terlihat dari adanya instrumen seperti stablecoin, crypto repo, dan tokenisasi Real-World Assets (RWA).
Peningkatan Pemanfaatan Teknologi Blockchain
Direktur Utama CFX, Subani, menyatakan bahwa perkembangan dalam pemanfaatan berbagai instrumen berbasis teknologi tersebut memiliki potensi untuk mengubah sektor keuangan digital secara signifikan. Dalam pernyataannya, Subani menegaskan bahwa aset kripto kini telah berekspansi ke berbagai use case yang nyata, bukan hanya sebagai instrumen investasi semata.
“Di tengah ketidakpastian geopolitik global, ase kripto tidak lagi hanya sekadar instrumen investasi, melainkan telah meluas ke berbagai use case nyata,” ujar Subani seperti dilansir dari Antara.
Menurut Subani, untuk mendorong pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia, perlu adanya kepercayaan yang kuat dari semua pihak. Hal ini menjadi kunci utama untuk meningkatkan kedewasaan dan skalabilitas industri tersebut.
Peran CFX Crypto Conference 2026
Subani juga mengungkapkan bahwa perluasan penggunaan aset kripto akan menjadi fokus utama dalam acara CFX Crypto Conference (CCC) 2026 yang akan diselenggarakan pada 8 Juni mendatang. Konferensi tahunan tersebut akan membahas tema “Chapter III: Pilar Kepercayaan, Membangun Fondasi yang Tangguh untuk Keberlanjutan dan Kedaulatan Aset Digital” dan akan menjadi forum untuk menyatukan pemangku kepentingan industri aset keuangan digital.
Acara ini diharapkan dapat mempertemukan pelaku industri, regulator, akademisi, dan masyarakat secara luas untuk mendiskusikan arah perkembangan industri aset keuangan digital ke depan. Dengan demikian, sinergi antara berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat industri aset kripto dan memperluas manfaatnya di luar sebatas aktivitas perdagangan.

