Sarwendah Dituduh Pengerahan Buzzer Setelah Video Permintaan Maaf Viral
Polemik antara Sarwendah dan Ruben Onsu terus menjadi sorotan publik setelah video permintaan maaf Sarwendah viral di media sosial. Namun, bukannya meredakan kontroversi, video tersebut justru menimbulkan dugaan adanya pengerahan buzzer untuk membanjiri kolom komentar dengan narasi positif.
Respon Tegas Ruben Onsu Terkait Isu Mantan Ayah
Isu ini mencuat setelah beredarnya tangkapan layar yang diduga berisi arahan komentar berbayar di media sosial. Meski belum ada bukti yang memastikan kebenaran tudingan tersebut, perbincangan soal buzzer pun semakin ramai dan menjadi topik hangat di jagad maya.
Jejak Kontroversi Sarwendah dan Dugaan Penggunaan Buzzer
Beberapa fakta menjadi sorotan terkait isu dugaan buzzer dalam video permintaan maaf Sarwendah, antara lain:
- Berawal dari Unggahan Akun Threads
- Muncul Dugaan Imbalan untuk Komentar Positif
- Ada Instruksi Agar Komentar Tidak Sama
Isu ini pertama kali muncul dari unggahan akun Threads bernama @arfdeatan. Tangkapan layar yang memperlihatkan instruksi komentar positif pada video Sarwendah segera menyebar luas dan menimbulkan rasa penasaran netizen.
Nominal bayaran bagi komentar positif menjadi salah satu fokus utama. Dalam tangkapan layar yang viral, tertulis fee sejumlah Rp350p, namun maknanya masih menimbulkan tanda tanya di kalangan netizen.
Menariknya, di tangkapan layar juga terlihat contoh narasi komentar yang disarankan untuk digunakan oleh pemberi komentar.
Dalam instruksi yang tersedia, disarankan agar komentar yang diberikan tidak sama persis. Hal ini menunjukkan upaya untuk membuat kolom komentar terlihat beragam meski sebenarnya diarahkan dari satu sumber.

