Saturday, August 15, 2026
HomeEkonomiProyeksi Bank Dunia: Rupiah Menguat ke Rp 17.776, Ekonomi RI Tumbuh 5%...

Proyeksi Bank Dunia: Rupiah Menguat ke Rp 17.776, Ekonomi RI Tumbuh 5% di 2026

Rupiah Bergerak Fluktuatif dan Melemah Terhadap Dolar AS

Jakarta, VIVA – Hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan tetap fluktuatif namun cenderung melemah dalam perdagangan. Data dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia menunjukkan bahwa kurs rupiah terhadap dolar AS menguat 60 poin menjadi Rp17.921 pada Jumat, 12 Juni 2026.

Sementara itu, pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026, rupiah tercatat ditransaksikan di level Rp17.776 per dolar AS, mengalami kenaikan sebesar 84 poin atau 0,47 persen dari sebelumnya.

Presiden Prabowo Subianto Bahas Kepercayaan Investor Global dengan Menteri di Kertanegara

Presiden Prabowo Subianto telah mengumpulkan para menteri di Kertanegara untuk membahas lonjakan kepercayaan investor global terhadap Indonesia. Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa Bank Dunia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 5,0 persen pada tahun 2026. Hal ini menunjukkan peningkatan dari estimasi sebelumnya yang sebesar 4,7 persen pada bulan April.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mencapai 5,0 Persen

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi ini mencerminkan kinerja perekonomian yang kuat, terutama pada kuartal pertama tahun 2026. Pertumbuhan GDP sebesar 5,6 persen pada kuartal pertama menunjukkan momentum positif, didorong oleh konsumsi rumah tangga yang masih menjadi pendorong utama.

Konsumsi rumah tangga didorong oleh momen Hari Raya Idul Fitri, pembayaran THR pegawai negeri sipil yang dipercepat, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Konsumsi swasta diperkirakan akan terus tumbuh sebesar 5,0 persen sepanjang tahun 2026, dengan dukungan stimulus fiskal pemerintah.

Di sisi investasi, pembentukan modal tetap bruto pada kuartal pertama 2026 juga tercatat tumbuh solid sebesar 6,0 persen. Meskipun proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat, Bank Dunia tetap memberikan peringatan mengenai risiko yang terkait dengan ketergantungan pemerintah pada konsumsi dan kondisi global yang tidak menentu.

Meski demikian, langkah-langkah yang diambil oleh Bank Indonesia untuk menjalin kerjasama dengan China telah membantu membuat rupiah lebih kuat dan transaksi dagang tidak lagi terlalu tergantung pada dolar AS.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer