Tasya Kamila dan Kedekatannya dengan Winnie The Pooh
Penyanyi Tasya Kamila membagikan kisah tentang hubungannya dengan karakter legendaris dari dunia Walt Disney, yaitu Winnie The Pooh. Sejak usia 5 tahun, Tasya pertama kali berkenalan dengan Winnie The Pooh melalui sebuah buku yang digunakannya untuk belajar membaca. Buku tersebut memiliki gambar Winnie The Pooh dan memberikan banyak pelajaran berharga pada Tasya sebelum ia merilis lagu “Aku Anak Gembala”.
Makna Persahabatan dan Kebaikan dari Winnie The Pooh
Tasya Kamila sangat terkesan dengan nilai-nilai moral yang terkandung dalam setiap kisah Winnie The Pooh, seperti persahabatan, kebaikan, dan kerja sama. Ia belajar pentingnya merawat hubungan persahabatan serta arti kebaikan hati melalui karakter-karakter dalam cerita Winnie The Pooh. Bagi Tasya, ketika membicarakan tentang Winnie The Pooh, ia selalu teringat akan masa kecilnya yang penuh inspirasi.
“Kisah-kisah Winnie The Pooh selalu mengandung pesan moral tentang persahabatan, kebaikan, dan kerja sama. Berbagai ragam emosi dan karakter-karakter dalam cerita Winnie The Pooh telah memberikan pengaruh besar dalam hidupku. Ketika membaca buku tentang kebaikan dan persahabatan, yang terlintas dalam pikiranku adalah Winnie The Pooh. Film dan kartunnya juga selalu menghibur dan menggemaskan,” ujar Tasya Kamila.
Winnie The Pooh: Tokoh yang Melintasi Generasi
Winnie The Pooh adalah tokoh yang mampu melintasi berbagai generasi. Tasya Kamila pun memperkenalkan tokoh ini kepada anak-anaknya. Dengan mengamati sifat dan kebiasaan khas Winnie The Pooh sebagai beruang kuning pencinta madu, Tasya menganggap bahwa karakter ini memiliki gender netral.
“Bagi saya, Winnie the Pooh adalah tokoh dengan gender netral, artinya dapat dinikmati oleh siapa pun tanpa memandang jenis kelamin. Winnie the Pooh mampu menghubungkan berbagai generasi, mudah dikenali, dan disukai oleh banyak orang,” lanjut Tasya Kamila yang dikenal lewat lagu “Jangan Takut Gelap”.
Sumber: Liputan6.com

