Pada Selasa, 30 Juni 2026, kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR di Bandung kembali menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat. Banyak yang bertanya-tanya mengapa korban tidak mencoba melarikan diri atau meminta pertolongan selama mengalami penyiksaan dalam rentang waktu yang begitu panjang. Namun, dalam unggahan di media sosial, keluarga YTR akhirnya membongkar fakta sebenarnya terkait alasan tersebut.
Alasan Keluarga Bongkar Terkait Penyebab Korban Tidak Melarikan Diri
Keluarga YTR menjelaskan bahwa kondisi fisik korban yang penuh luka menjadi faktor utama mengapa korban tidak mampu kabur atau meminta pertolongan selama masa penyekapan. Meskipun YTR beberapa kali mencoba melawan, namun upaya tersebut malah berujung pada tindakan kekerasan yang membuat kondisinya semakin terpuruk.
Korban Mengalami Trauma dan Ketakutan yang Mendalam
Sebelumnya, korban juga mengakui bahwa ia mengalami gangguan penglihatan dan merasa takut untuk melawan karena khawatir akan mengalami penyiksaan yang lebih berat. Hal ini menjadi pengingat bahwa korban dalam situasi kekerasan seringkali mengalami tekanan psikologis, manipulasi emosional, dan ketakutan yang membuat mereka sulit untuk memutuskan hubungan tersebut.
Sulitnya Keluar dari Toxic Relationship
Menurut Healthline, ada beberapa alasan mengapa korban toxic relationship sulit untuk keluar dari hubungan tersebut. Salah satunya adalah trauma bonding, di mana korban terjebak dalam ikatan emosional akibat siklus kekerasan dan kasih sayang yang terus berulang. Pola perilaku pelaku yang bergantian antara kebaikan dan kekerasan membuat korban merasa terikat untuk bertahan dalam hubungan tersebut.
Alasan lainnya adalah rasa takut akan mengalami kekerasan yang lebih parah jika mencoba untuk melawan. Selain itu, kondisi fisik yang sudah terlalu lemah akibat kekerasan yang berlangsung dalam waktu yang lama juga menyulitkan korban untuk melarikan diri dari situasi tersebut.
Source link
