Polisi Selidiki Kasus Meninggalnya Dokter PPDS di Manado
Polresta Manado tengah menyelidiki kasus tragis meninggalnya dokter Adrian Rantung, seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado. Dugaan sementara menunjukkan korban menjadi korban perundungan atau bullying sebelum kematiannya.
Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Elwin Kristanto, memberikan keterangan bahwa penyelidikan sedang berlangsung. Polisi telah melakukan serangkaian penyelidikan dari informasi yang beredar di media sosial. Mereka juga telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan universitas terkait.
Penyelidikan Berlangsung Secara Intensif
Elwin menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan dokumen dan mencari keterangan dari berbagai pihak terkait. Meskipun keluarga korban belum membuat laporan resmi, penyelidikan tetap berjalan untuk mencari fakta dan bukti yang diperlukan.
Penyidikan dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan mengedepankan prinsip praduga tak bersalah. Elwin juga mengajak masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum proses hukum selesai.
Kemenkes Kirim Tim Investigasi
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga turut bergerak dengan mengirim tim investigasi ke RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou untuk memeriksa kasus yang menimpa dr. Adrian. Tim tersebut mendatangi rumah sakit setelah adanya isu perundungan yang dialami oleh peserta PPDS Anestesiologi tersebut.
Program PPDS Anestesiologi di RSUP Kandou sementara dihentikan sampai proses pemeriksaan selesai. Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya, menyatakan komitmennya untuk mengusut kasus ini lebih lanjut demi keadilan.

