Temasek Global Investments: Tidak Berinvestasi Langsung di Kripto
Presiden Temasek Global Investments, Nagi Hamiyeh, menegaskan bahwa perusahaan tidak memiliki investasi langsung di pasar kripto. Hal ini disampaikan sebagai upaya untuk menyelesaikan masalah kerugian yang dialami di bursa kripto FTX.
Hamiyeh menyoroti ketidakpastian regulasi yang menjadi salah satu alasan utama perusahaan untuk tidak terlibat dalam investasi kripto. Beliau menyatakan bahwa perkembangan selanjutnya serta peran kripto dalam ekonomi utama sangat bergantung pada regulasi-regulasi yang akan diterapkan di masa depan.
Fokus Temasek pada Blockchain dan Infrastruktur Ekonomi Riil
Sebagai gantinya, Temasek saat ini sedang berfokus pada teknologi blockchain dan infrastruktur ekonomi riil. Mereka tengah menjelajahi potensi teknologi tersebut dalam mendukung kemajuan ekonomi sehari-hari.
Investasi sebelumnya di bursa kripto FTX telah menyebabkan penurunan nilai aset sebesar US$ 275 juta atau sekitar Rp 4,96 triliun. Langkah investasi ini menuai kritik keras dan merugikan reputasi perusahaan di Singapura.
Visi Jangka Panjang Temasek terhadap Kecerdasan Buatan
Hamiyeh secara tegas menyatakan bahwa fokus investasi jangka panjang Temasek adalah pada adopsi kecerdasan buatan dan pengembangan ekosistem komersial yang mendukungnya. Beliau meyakini bahwa penerapan kecerdasan buatan dalam berbagai sektor akan memberikan keunggulan kompetitif yang kuat.
Temasek berencana untuk meningkatkan eksposur kecerdasan buatan dalam portofolio investasinya dari 6% pada tahun fiskal terakhir menjadi 15% pada tahun 2031. Mereka berfokus pada implementasi fisik kecerdasan buatan seperti otomatisasi, robotika, dan proses industri yang dioptimalkan.

