Kementerian ESDM Tambah Kuota Produksi Batu Bara untuk PLN
Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan tambahan kuota produksi batu bara untuk memenuhi kebutuhan operasional pembangkit listrik milik PT PLN (Persero). Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno.
Langkah untuk Menjaga Stabilitas Pasokan Batu Bara
Tri Winarno menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan batu bara. Pemerintah tidak ingin menahan produksi batu bara yang dapat menyebabkan masalah pasokan untuk pembangkit, namun sekaligus berupaya agar pasokan batu bara di pasar internasional tetap terjaga.
“Untuk mengejar kebutuhan dalam negeri, tapi jangan sampai ada oversupply. Itu saja,” ujar Tri Winarno.
Tambahan Pasokan Batu Bara untuk PLN
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa untuk jangka pendek, PLN telah menerima tambahan pasokan batu bara berkalori di atas 4.500 kcal per kg. Ada tambahan 1,8 juta ton pada bulan Juli dan tambahan sekitar 3 juta ton dari bulan Agustus hingga Desember.
Selain itu, PLN juga akan melakukan modifikasi (retrofit) pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar bisa menggunakan batu bara dengan kalori rendah, sehingga mencegah pemadaman listrik.
Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa modifikasi ini telah sukses dilakukan pada PLTU Suralaya 6 dan 7. Kedua unit pembangkit tersebut kini mampu menggunakan batu bara dengan kalori rendah, yakni sekitar 4.100–4.300 kcal per kg, lebih rendah dari spesifikasi awal yang mensyaratkan kalori 4.600–4.800 kcal per kg.
Meskipun demikian, Tri Winarno mempersilakan kepada para pengusaha tambang yang ingin mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) hingga 31 Juli.

