Kesehatan Richard Lee yang Menjadi Sorotan
Pada Rabu, 15 Juli 2026, kondisi kesehatan dokter Richard Lee menjadi perhatian utama dalam sidang lanjutan yang membahas kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan. Dalam persidangan tersebut, Richard Lee mengungkapkan pengakuan mengejutkan terkait penggunaan obat keras selama empat bulan terakhir.
Pengakuan Mengejutkan Richard Lee
Di hadapan Majelis Hakim, Richard Lee menyampaikan secara langsung penggunaan terapi obat keras, yakni Amitriptyline, selama empat bulan terakhir. Sebagai seorang dokter, ia menyadari risiko kesehatan yang mungkin timbul apabila obat tersebut dihentikan secara tiba-tiba tanpa pengawasan medis yang memadai.
Ganti Kuasa Hukum dan Permohonan Pengalihan Penahanan
Menurut keterangan kuasa hukumnya, Faizal Hafied, Richard Lee bahkan mengalami penurunan fisik yang signifikan di Lapas Pemuda Tangerang. Hal ini terjadi setelah Lee mencoba menghentikan penggunaan obat secara perlahan namun tidak didampingi oleh tenaga medis yang kompeten.
Pihak kuasa hukum berpendapat bahwa fasilitas kesehatan di dalam lapas tidak cukup memadai untuk menangani keadaan darurat medis yang dialami oleh Richard Lee. Oleh karena itu, mereka mengajukan permohonan agar Lee dapat menjalani perawatan di luar rumah tahanan selama proses hukum berlangsung.
Permintaan Kuasa Hukum Diperhatikan Majelis Hakim
Dari kesaksian yang disampaikan di persidangan, terungkap bahwa kondisi kesehatan Richard Lee tidak stabil dan memerlukan perawatan medis yang lebih intensif. Permohonan pengalihan penahanan yang diajukan oleh kuasa hukum Lee diyakini akan dipertimbangkan dengan serius oleh Majelis Hakim.
Sebagai seorang dokter dan terdakwa dalam kasus hukum yang sedang berjalan, kesehatan dan kondisi fisik Richard Lee menjadi sorotan utama dalam persidangan tersebut. Pengakuan mengenai penggunaan obat keras dan permintaan untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih baik menjadi fokus dari perkembangan kasus ini.

