Puluhan juta dolar AS atau lebih dari satu triliun rupiah telah dicuri dari ribuan alamat dalam serangan terkait kerentanan pada dompet kripto Coldcard. Simak informasi lengkapnya di bawah ini.
Dana Bitcoin Senilai Miliaran Rupiah Raib
Pada Jumat, Galaxy Research mengungkapkan bahwa lebih dari 1.000 bitcoin senilai sekitar US$ 70 juta atau Rp 1,26 triliun telah dicuri dari hampir 1.200 alamat dalam serangan terkait kerentanan pada dompet Coldcard. Serangan ini terjadi akibat masalah pada pembuatan seed (frasa pemulihan) pada perangkat Coldcard Mk3.
Coinkite, produsen perangkat keras kripto Coldcard, segera mengumumkan adanya masalah tersebut dan mengimbau pengguna yang menggunakan model Mk3 versi 4.0.1 atau versi setelahnya untuk mewaspadai risiko keamanan terkait dana mereka.
Perbaikan Darurat dari Coinkite
CEO Coinkite, Rodolfo Novak atau NVK, menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Ia mengakui bahwa bug pada firmware Coldcard menjadi tanggung jawab perusahaan, dan menyatakan bahwa proses peninjauan internal gagal mendeteksi kerentanan tersebut.
Coinkite juga segera merilis pembaruan firmware darurat untuk model Mk4, Mk5, dan Coldcard Q guna mencegah serangan lebih lanjut. Novak menegaskan bahwa serangan yang terjadi mungkin dimungkinkan oleh kecerdasan buatan (AI) yang digunakan untuk mencari bug dalam kode firmware.
Temuan Galaxy Research
Galaxy Research kemudian membagikan temuan mereka di media sosial terkait serangan terhadap dompet Coldcard. Mereka berhasil melacak aliran dana terkait kerentanan tersebut dan menemukan bahwa lebih dari 1.000 bitcoin dicuri dalam rentang waktu singkat pada 30 Juli.

