Perjuangan Keluarga Transmigran di Kerinci Tanpa Listrik
Sejumlah keluarga transmigran dari berbagai daerah, seperti Lumajang, Madiun, Sumedang, dan Yogyakarta, masih bertahan hidup di Kawasan Transmigrasi Sungai Bermas, Kabupaten Kerinci, Jambi. Meskipun belum menikmati aliran listrik, 18 dari total 65 kepala keluarga yang terdapat di sana tetap berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Mereka merupakan peserta program transmigrasi yang sudah ditempatkan di wilayah tersebut pada periode 2009-2011. Hingga saat ini, mereka mengandalkan lahan pekarangan untuk berkebun dan beternak, serta mencari penghidupan sebagai buruh. Namun, masih ada ketidakpastian terkait hak atas Lahan Usaha II seluas 0,75 hektare yang belum mereka terima sesuai program transmigrasi.
Perjuangan Tanpa Batas
Di tengah keterbatasan akses listrik, para transmigran tetap semangat merawat kebun dan ternak mereka. Dengan tekad yang kuat, mereka berusaha untuk bertahan dan mengoptimalkan sumber daya yang ada di sekitar mereka. Meskipun hidup di tengah keterbatasan, semangat pantang menyerah terus menggelora di hati para transmigran.
Kesabaran Menanti Pemenuhan Hak
Kehidupan para transmigran di Kawasan Transmigrasi Sungai Bermas masih dipenuhi dengan harapan akan pemenuhan hak atas lahan yang menjadi bagian dari program transmigrasi. Mereka terus menunggu kepastian dari pemerintah terkait hal ini, sambil terus bekerja keras untuk memastikan kelangsungan hidup keluarga mereka di tempat yang baru ini.
Sumber: kumparan.com

