Mengancam Aset Cryptocurrency Hingga Rp 438 Miliar, Serangan Keempat Coldcard Kini Terbongkar
Satuan Tugas Khusus Kejahatan Siber Badan Reserse Kriminal Polri bersama para peneliti Cyber Threat Intelligence (CTI) dari sejumlah perusahaan keamanan cyber baru-baru ini mengungkap adanya gelombang keempat serangan terhadap Coldcard Wallet. Serangan ini mengancam aset cryptocurrency senilai Rp 438 miliar setelah sebelumnya tiga gelombang serangan pertama berhasil menguras dana mencapai Rp 1,41 triliun dari ribuan alamat Bitcoin.
Operasi Koordinasi
Berdasarkan informasi dari Galaxy Research, seluruh dana hasil pencurian Bitcoin masih berada di dompet yang dikuasai oleh pelaku. Hal ini mengindikasikan bahwa serangan ini merupakan bagian dari operasi yang terkoordinasi dan terencana dengan matang, bukan aksi pencurian acak seperti yang sering terjadi dalam dunia cyber.
Kerentanan Sebagai Pemicu
Serangan ini dilaporkan berasal dari kerentanan pada proses pembuatan seed yang memengaruhi sejumlah versi firmware Coldcard yang dirilis setelah Maret 2021. Para pelaku memanfaatkan celah ini untuk mengambil alih sejumlah aset digital dari para korban. Coinkite selaku produsen Coldcard Wallet telah mengonfirmasi bahwa seed yang dibuat menggunakan perangkat dengan firmware terdampak rentan terhadap serangan.
Para peneliti juga menemukan bahwa alamat Coldcard dengan skema single-signature dan menggunakan firmware rentan pada akhirnya berpotensi dikuras sepenuhnya oleh para pelaku serangan. Thorn, peneliti CTI yang terlibat dalam pengungkapan serangan ini, menekankan pentingnya penggunaan firmware terbaru dan migrasi segera ke seed baru untuk mengurangi risiko pencurian aset digital.

