JANJI – Pengusaha Kanada Ungkap Hal Terburuk tentang Bitcoin
Bitcoin Masih Jauh dari Rekor Tertinggi
Pengusaha Kanada Frank Giustra yang terkenal di dunia kripto membeberkan pandangan kontroversialnya tentang bitcoin (BTC) saat ini. Meskipun masih berada 50% di bawah rekor tertingginya, menurut Giustra, bitcoin masih memiliki tantangan besar di depan.
Pada 6 Oktober 2025, bitcoin mencapai rekor tertingginya sebesar US$ 126.080 atau Rp 2,27 miliar. Namun, saat ini, bitcoin masih berjuang di pasar. Yahoo Finance melaporkan bahwa Giustra telah mengungkapkan pandangannya tentang hal terburuk yang pernah terjadi pada bitcoin.
Akhir dari Era Maximalisme Bitcoin?
Pada 2 Agustus 2026, Nic Carter menyatakan bahwa era maximalisme bitcoin telah berakhir. Carter meyakini bahwa bitcoin dapat berkembang lebih baik jika terlepas dari kultus yang mengitarinya. Analis Jan Niewenhujis juga menambahkan dengan menyatakan bahwa Michael Saylor, seorang tokoh terkemuka dalam dunia bitcoin, bisa menghadapi kebangkrutan.
Michael Saylor, sebagai pendiri dan ketua eksekutif Strategy, mengelola cadangan bitcoin terbesar di dunia. Namun, Niewenhujis memprediksi bahwa Saylor akan mengalami kegagalan dan bisnisnya akan bangkrut. Giustra bahkan menyatakan bahwa Saylor adalah hal terburuk yang pernah terjadi pada bitcoin.
Kritik Tajam terhadap Saylor
Kritik Giustra terhadap Saylor bukan tanpa dasar. Sebelumnya, Giustra meragukan model akumulasi Bitcoin yang dijalankan oleh Strategy. Menurutnya, tindakan tersebut didasari oleh motif promosi, keserakahan, dan Fear of Missing Out (FOMO).
Saat ini, bitcoin masih berada di kisaran harga yang sama seperti saat debat sengit antara Giustra dan Saylor pada April 2021. Meskipun harga emas telah melonjak signifikan sejak saat itu, bitcoin masih menunjukkan volatilitas yang tinggi.

