Kesehatan Anak: Pentingnya Perhatian pada 1000 Hari Pertama Kehidupan
Masalah kesehatan anak, terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau golden window, masih menjadi fokus utama di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tantangan kesehatan seperti gangguan saluran cerna, alergi, kekurangan zat besi, dan anemia membutuhkan pendekatan komprehensif berbasis sains dan praktik klinis terkini.
Peran Nutrisi pada Kesehatan Anak
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD, Ph.D., menekankan pentingnya investasi pada kesehatan otak dan perkembangan kognitif anak selama 1000 HPK sebagai investasi strategis bagi masa depan bangsa. Nutrisi yang cukup dan perkembangan otak yang optimal sangat memengaruhi kualitas kesehatan dan kecerdasan seseorang di masa depan. Proses neuroplastisitas otak pada masa tersebut sangat penting untuk pertumbuhan anak.
Peran Mikrobiota Usus dalam Kesehatan Anak
Perkembangan ilmu pengetahuan menunjukkan hubungan antara saluran cerna dan otak melalui gut-brain axis. Keseimbangan mikrobiota usus berperan penting dalam menjaga sistem imun dan mendukung fungsi otak pada masa awal kehidupan. Gangguan pada keseimbangan mikrobiota dapat berdampak negatif pada neuroplastisitas dan fungsi neurologis anak.
Menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan precision nutrition dapat mendukung pembentukan struktur otak, meningkatkan neuroplastisitas, dan menjaga regulasi sistem imun pada masa emas perkembangan anak. Inovasi pangan dan nutrisi harus melalui proses penelitian dan pembuktian ilmiah sebelum dijadikan rekomendasi kesehatan masyarakat.
Kesehatan Saluran Cerna: Fondasi Penting untuk Tumbuh Kembang Anak
Para ahli kesehatan menegaskan bahwa kesehatan saluran cerna bukan hanya terkait dengan proses pencernaan dan penyerapan nutrisi, tetapi juga berperan dalam perkembangan sistem imun anak. Keseimbangan mikrobiota usus, yang mencapai sekitar 100 triliun mikrobiota, dapat memengaruhi fungsi saluran cerna dan sistem imun anak.
Asupan biotik (prebiotik, probiotik, atau sinbiotik) diperlukan untuk menjaga keseimbangan bakteri di usus dan mendukung kesehatan pencernaan serta penyerapan nutrisi anak. Peran biotik secara menyeluruh semakin ditekankan dalam mendukung kesehatan anak sejak dini.
Sumber: VIVA

