Saturday, September 12, 2026
HomeEkonomiPemikiran Soemitro Djojohadikusumo: Pijakan Pembangunan Ekonomi RI

Pemikiran Soemitro Djojohadikusumo: Pijakan Pembangunan Ekonomi RI

Pemikiran Soemitro Djojohadikoesoemo: Pijakan Pembangunan Ekonomi RI

Jakarta – Pemikiran dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, seorang begawan ekonomi, dinilai bisa menjadi pijakan untuk pembangunan sistem ekonomi yang berpihak pada kepentingan bangsa. Menurut Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo), Prof. Didin S. Damanhuri, hal ini sangat penting untuk menjaga kedaulatan bangsa.

Kritik Terhadap Ketergantungan Ekonomi Global

Prof. Didin mengingatkan bahwa kemerdekaan politik harus selaras dengan kemerdekaan ekonomi agar kedaulatan bangsa tetap terjaga. Tanpa kedaulatan ekonomi, Indonesia bisa mengalami penjajahan dalam bentuk yang berbeda. Hal ini diungkapkan Prof. Didin dalam keterangannya pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Misi untuk Indonesia Emas 2045

Indonesia diharapkan memperkuat kemandirian, pemerataan kesejahteraan, dan penguasaan sektor-sektor strategis nasional. Ini dilakukan untuk memastikan kesejahteraan bangsa secara adil dan berkelanjutan sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa. Prof. Didin menegaskan bahwa target Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika Indonesia hanya menjadi pasar kepentingan global. Oleh karena itu, pemerintah harus fokus memperkuat industri nasional dan menjaga sumber daya strategis untuk kepentingan masyarakat.

Pemikiran dari Soemitro Djojohadikoesoemo memberikan pengingat bahwa perjuangan bangsa belum selesai. Kemerdekaan ekonomi adalah bagian penting dari kemerdekaan politik yang harus diperjuangkan secara bersamaan. Tanpa kedaulatan ekonomi, bangsa Indonesia dapat terus menghadapi bentuk-bentuk penjajahan baru di era modern.

Purbaya Janji Tangani Dampak Sosial-Ekonomi Musibah Montara di NTT

Purbaya, seorang pejabat, berkomitmen untuk mempercepat pemulihan ekosistem laut dan ekonomi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban tumpahan minyak Montara di Laut Timor sejak tahun 2009. Tindakan cepat diperlukan untuk mengatasi dampak sosial-ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat akibat musibah tersebut.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer