Monday, October 12, 2026
HomeEkonomiRupiah Menguat ke Rp 17.866 setelah Respon Positif Pasar terhadap Status Emerging...

Rupiah Menguat ke Rp 17.866 setelah Respon Positif Pasar terhadap Status Emerging Markets RI

Rupiah Tetap Melemah terhadap Dolar AS, Simak Analisisnya di Sini

Jakarta, VIVA – Dalam perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan tetap melemah. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor Bank Indonesia, rupiah pada Kamis, 13 Agustus 2026, berada di level Rp 17.882, mengalami pelemahan 6 poin dari hari sebelumnya.

Rupiah Berada di Level Rp 17.866 per Dolar AS

Pada perdagangan pasar spot Jumat, 14 Agustus 2026 hingga pukul 09.05 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp 17.866 per dolar AS. Terjadi kenaikan 11 poin atau sebesar 0,06 persen dari posisi sebelumnya.

MSCI dan Dampaknya terhadap Rupiah

Menurut pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi, pengumuman MSCI yang memutuskan mempertahankan pasar modal Indonesia sebagai emerging market dapat membantu menahan pelemahan rupiah hari ini.

Ditambah lagi dengan sentimen positif atas penunjukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia, hal ini memberikan respons positif kepada pelaku pasar. Namun, rupiah tetap terdampak oleh faktor eksternal seperti ketegangan antara AS dengan Iran yang masih berlangsung.

Selain itu, inflasi di AS yang melandai pada Juli 2026 juga mendukung rupiah, karena memperbesar kemungkinan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan pada bulan September mendatang. Penurunan harga minyak dunia juga dapat membuka peluang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin bulan depan.

Secara terpisah, GOTO dipecat dari MSCI Global Standard Indexes dan manajemen perusahaan menilai keputusan tersebut sebagai hal yang murni bersifat teknis. Hal ini juga bisa memberikan dampak pada pasar dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ke depannya.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer