Sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat menolak mendukung Clarity Act, rancangan undang-undang yang mengatur industri kripto, yang dinilai belum memberikan batasan yang cukup ketat terhadap kemampuan presiden untuk memperoleh keuntungan dari bisnis kripto.
Desakan Senator AS Elizabeth Warren
Sementara itu, Senator AS Elizabeth Warren dari Massachusetts mendesak OCC agar tidak menyetujui permohonan World Liberty sebelum Presiden Trump melepaskan kepentingannya di perusahaan tersebut. Setelah OCC memberikan persetujuan bersyarat, Warren kembali melontarkan kritik.
“Presiden Trump sekarang menjadi Presiden pertama dalam sejarah yang menyetujui, mengoperasikan, dan mengawasi bank miliknya sendiri,” kata Warren dalam sebuah pernyataan. “Ini merupakan tindakan penyalahgunaan kepentingan pribadi yang paling terang-terangan yang pernah terjadi dalam sistem keuangan kita — dan Kongres tidak bisa membiarkannya begitu saja.”
Rencana UU untuk Mencegah Konflik Kepentingan
Warren mengatakan dirinya bersama sejumlah anggota Kongres lainnya akan mengajukan rancangan undang-undang untuk mencegah presiden dan pejabat senior pemerintah memiliki atau mengendalikan bank. Namun, pihak OCC menolak memberikan komentar mengenai persetujuan tersebut.
Persetujuan bersyarat ini belum berarti World Liberty Trust dapat langsung beroperasi sepenuhnya sebagai bank. Perusahaan masih harus menyelesaikan sejumlah tahapan yang ditetapkan regulator, termasuk memenuhi persyaratan permodalan sebelum proses perizinannya dinyatakan selesai.

