Oura Ring Dituduh Memberikan Klaim Akurasi Fitur Pelacakan Tidur yang Menyesatkan
Seberapa percaya kalian terhadap klaim angka sebuah produk? Di saat kebanyakan konsumen sulit membuktikannya, Oura malah digugat gara-gara klaim akurasi perangkat kesehatannya! Oura merupakan perusahaan di balik smart ring populer di Amerika Serikat, Oura Ring.
Oura Hadapi Gugatan Class Action
Oura saat ini sedang menghadapi gugatan class action di AS terkait klaim akurasi fitur pelacakan tidurnya. Gugatan tersebut menuding Oura memberikan klaim kesehatan yang menyesatkan, yakni “95% Sleep Staging Accuracy” dibandingkan dengan laboratorium tidur klinis.
Menurut penggugat, tidur terjadi di otak. Pemeriksaan tidur di laboratorium biasanya menggunakan polysomnography (PSG), yang memantau aktivitas listrik otak, gerakan mata, aktivitas otot, dan sejumlah sinyal lainnya. Data tersebut kemudian digunakan untuk menentukan berbagai tahap tidur, seperti terjaga, tidur ringan, tidur mendalam, dan REM.
Oura Ring tidak mengukur aktivitas otak maupun gerakan mata secara langsung. Perangkat ini menggunakan berbagai sinyal yang bisa didapat dari jari, seperti detak jantung, HRV, temperatur, dan gerakan, kemudian menggunakan model AI untuk memperkirakan tahap tidur pengguna.
Gugatan masih berisi tuduhan dari pihak penggugat dan belum merupakan keputusan pengadilan. Oura membantah tuduhan tersebut dan mengatakan mereka tetap berdiri di belakang penelitian serta ilmu pengetahuan yang digunakan produknya.
Konsumen Perlu Berhati-Hati dalam Mempercayai Klaim Produk
Saat membeli produk dengan klaim akurasi tinggi seperti 95%, konsumen perlu lebih berhati-hati. Meskipun sudah memiliki teknologi canggih, belum tentu klaim tersebut benar-benar akurat. Menjadi bijaksana untuk selalu melakukan riset lebih lanjut sebelum memutuskan untuk membeli dan menggunakan produk tersebut.

