Friday, October 9, 2026
HomeOtomotifMengapa Abu Vulkanik Berbahaya: Alasan Penerbangan Ditutup

Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya: Alasan Penerbangan Ditutup


Abu Vulkanik dari Gunung Anak Krakatau Mengganggu Penerbangan di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini bukan sekadar masalah jarak pandang, tetapi berkaitan dengan risiko kerusakan mesin dan komponen pesawat.

Erupsi Gunung Anak Krakatau dan Dampaknya

Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada awal September 2026. Sebaran abu vulkanik kemudian mencapai sejumlah wilayah di Jawa dan Sumatra, termasuk Jakarta. Kondisi tersebut membuat sejumlah bandara harus menutup sementara operasional penerbangan sebagai langkah keselamatan.

Awan Abu Vulkanik dan Bahayanya

Pada 6 September 2026, awan abu vulkanik dilaporkan mencapai ketinggian hingga sekitar 50.000 kaki di sisi Sumatra. Dampaknya, lebih dari 1.500 penerbangan dan sekitar 170.000 penumpang terdampak di sejumlah bandara.

Abu vulkanik terdiri dari pecahan batuan, mineral, dan material vulkanik berukuran sangat kecil. Partikel tersebut memiliki sifat abrasif dan dapat terbawa angin hingga jarak yang jauh dari sumber erupsi.

Menurut United States Geological Survey (USGS), abu vulkanik dapat menjadi ancaman serius bagi penerbangan bahkan ketika pesawat berada jauh dari gunung api.

Risiko bagi Pesawat dan Penumpang

Salah satu risiko terbesar berasal dari kemungkinan abu vulkanik masuk ke mesin jet. Abu vulkanik dapat meleleh dan mengakibatkan kerusakan pada komponen pesawat serta menyebabkan gangguan pada mesin jet.

Abu vulkanik juga bisa menggores kaca pesawat, mengganggu sistem pesawat, dan mempercepat keausan berbagai komponen pesawat.

Karena itu, penundaan atau penghentian sementara penerbangan saat terjadi sebaran abu vulkanik menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan penerbangan.

Dengan demikian, abu vulkanik bisa membuat pesawat tidak boleh terbang bukan hanya karena mengganggu pandangan, tetapi karena dapat merusak mesin dan komponen pesawat hingga menyebabkan hilangnya daya dorong.

Sumber: ANTARA

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer