Bos DSI Berkomitmen Meningkatkan Kepercayaan Pasar Komoditas Indonesia
Pada hari Rabu, 9 September 2026, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) (DSI) menegaskan komitmennya untuk menguatkan kepercayaan terhadap pasar komoditas Indonesia melalui berbagai strategi yang fokus pada transparansi, kredibilitas, dan kepastian dalam tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) strategis.
Sarjito Janji Mewujudkan Kedaulatan Harga Komoditas Strategis Indonesia
Dalam sebuah acara Energy Insights Forum di Jakarta, Direktur Utama DSI, Luke Thomas Mahony, menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh DSI merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi praktik-praktik ekspor komoditas yang merugikan negara.
Melalui peningkatan transparansi, DSI tidak hanya melakukan pelacakan data dan analisis untuk mengidentifikasi berbagai pelanggaran, seperti under-invoicing dan transfer pricing, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan pasar terhadap komoditas Indonesia.
Kinerja Ekspor Sido Muncul Naik 28 Persen
Menurut Luke, kepercayaan pasar yang kuat dapat diciptakan melalui transparansi dan kredibilitas. Dengan demikian, pasar akan lebih likuid dan memberikan peluang yang lebih baik bagi komoditas Indonesia untuk memperoleh harga yang sesuai.
DSI menggunakan data yang tersedia dari sistem pemerintah serta data lainnya untuk melakukan analisis yang mendalam terkait dengan transaksi ekspor. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan anomali, termasuk praktik under-invoicing yang dapat merugikan ekonomi Indonesia.
Luke juga menyoroti pentingnya keandalan pasokan dalam mempertahankan daya saing komoditas Indonesia di pasar global, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi.
DSI tidak hanya berperan dalam mengawasi transaksi, tetapi juga sebagai penghubung antara pemerintah, produsen, pembeli, dan pasar. Dengan membawa kredibilitas dan kepastian, DSI diharapkan dapat memastikan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia memberikan manfaat yang maksimal bagi negara.

