Krisis Geopolitik di Timur Tengah, Harga Pertamax Bisa Tembus Rp 20.000 per Liter
Pertamina mengungkapkan bahwa krisis geopolitik yang terjadi di Timur Tengah dapat berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Pertamax. Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyoroti perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran sebagai salah satu krisis terberat yang dihadapi perusahaan.
Perang AS-Iran dan Dampaknya pada Harga BBM
Eko menyampaikan harapannya agar konflik di Timur Tengah dapat mereda untuk menghindari kenaikan drastis harga Pertamax hingga mencapai Rp 20.000 per liter. Menurutnya, perang antara Ukraina dan Rusia juga memberikan dampak serius terhadap krisis energi global, meskipun tidak seberat konflik AS-Iran.
Saat ini, harga minyak dunia belum menunjukkan penurunan signifikan, sehingga harga BBM di Indonesia, terutama Pertamax dan Pertamina Dex, menjadi terdampak. Eko memperkirakan harga Pertamax dan Dex bisa mencapai Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter jika harga minyak dunia tidak stabil.
Perkembangan Harga Minyak Dunia dan Kebijakan Pemerintah
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada bulan Agustus naik menjadi 89,43 dolar AS per barel. Pemerintah telah menetapkan keputusan terkait harga minyak tersebut melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 352.K/MG.03/MEM.M/2026.
Naiknya harga minyak dunia disebabkan oleh meningkatnya risiko geopolitik dan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di jalur distribusi minyak internasional. Pemerintah terus memantau pergerakan pasar menjelang realisasi harga bulan September, dengan fokus pada ketahanan energi nasional dan pengelolaan ICP.
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Energi Terbarukan
Pertamina Patra Niaga terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) melalui program MAPAN untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Dukungan ini semakin diperlukan dalam menghadapi ketidakpastian harga minyak dunia dan dampaknya pada harga BBM di Indonesia.

