Perhatian publik kini tertuju pada Ida Yulidina setelah suaminya, Purbaya Yudhi Sadewa, tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan. Sorotan itu muncul menyusul sejumlah unggahan Ida di media sosial yang menggambarkan kondisi Purbaya setelah pergantian jabatan tersebut.
Dalam salah satu unggahan yang dibagikan ulang di media sosial, Ida menyinggung situasi negara dan persoalan kejujuran. Pernyataan itu disebut dikutip dari unggahan TikTok akun @lagidiindonesia.
“Emang negara kita tidak bisa diperbaiki. Kebanyakan orang jahatnya dari pada yang jujur,” tulis akun Ida Yulidina.
Curahan hati Ida setelah Purbaya tak lagi menjabat
Ida juga menyampaikan permintaan maaf atas nama Purbaya. Ia menyebut suaminya telah berusaha semaksimal mungkin, sembari menyatakan keyakinan bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap.
“Mohon maaf bapak sudah berusaha semaksimal mungkin, kalau masih mengecewakan. Pada Akhirnya nanti kebenaran juga akan terungkap,” katanya.
Unggahan lain memperlihatkan kondisi Purbaya setelah mengetahui dirinya tidak lagi menduduki jabatan Menteri Keuangan. Ida mengatakan, Purbaya sempat meminta untuk dijemput dari kantor.
“Barusan bapak minta dijemput di kantor, kasihan mungkin dia kecewa tapi nggak papa, semoga kuat,” ujar Ida.
Rangkaian unggahan tersebut membuat Ida ikut menjadi perhatian. Publik kemudian menelusuri sosoknya, termasuk perjalanan hidup Ida sebelum dikenal sebagai istri Purbaya.
Latar belakang Ida Yulidina
Ida Yulidina merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad). Setelah menikah dengan Purbaya, ia mendampingi suaminya ketika menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat.
Dari pernikahannya dengan Purbaya, Ida memiliki dua putra, yakni Yuda Purboyo Sunu dan Yudo Achilles Sadewa. Dalam kehidupan keluarga, Ida lebih banyak menjalani peran sebagai ibu sekaligus pendamping perjalanan pendidikan dan karier suaminya.
Sebelum berkeluarga, Ida sempat menekuni dunia modeling. Ketika masih berstatus sebagai mahasiswi di Bandung, ia mengikuti ajang Wajah Femina 1989. Saat itu, Ida berusia 22 tahun dan berhasil meraih juara pertama.
Kemenangan tersebut membawanya menjadi model sampul majalah yang terbit pada Mei 1989. Pengalaman itu menjadi salah satu bagian dari perjalanan Ida sebelum ia lebih dikenal melalui kehidupannya sebagai ibu dan pendamping keluarga.
Setelah menikah dengan Purbaya, Ida tidak lagi dikenal sebagai model. Waktunya lebih banyak dicurahkan untuk mengurus keluarga serta mendampingi berbagai tahapan pendidikan dan karier sang suami.

