Keputusan Krisjiana Baharudin menjalani vasektomi kembali menjadi sorotan setelah ia menjawab sejumlah pertanyaan warganet mengenai rumah tangga dan rencana memiliki anak. Suami Siti Badriah itu sebelumnya juga membagikan beberapa momen selama menjalani proses vasektomi, yang kemudian memicu beragam respons di media sosial.
Dalam sesi Ask Me a Question melalui Instagram Story, seorang pengguna mempertanyakan keputusan tersebut. Warganet itu menyinggung kemungkinan Krisjiana memiliki pasangan baru apabila suatu hari pernikahannya dengan Siti Badriah berakhir.
“Ganteng muda banyak uang, sayang banget. skrg vasek, kalo cerai punya istri baru gimana?” tulis warganet tersebut.
Krisjiana Tegaskan Keyakinannya terhadap Siti Badriah
Krisjiana menjawab pertanyaan itu dengan menegaskan bahwa keputusan menjalani vasektomi berkaitan dengan keyakinannya terhadap pernikahan yang ia bangun bersama Siti Badriah. Ia mengatakan, sejak awal menikah, dirinya tidak menempatkan perceraian sebagai tujuan atau kemungkinan yang direncanakan.
“Sejak kapan niat menikah buat cerai? Keputusan saya menikahi siti di awal, sampai saya memilih untuk vasektomi, karena saya yakin siti satu satunya istri dan ibu dari anak anak saya,” ungkap Krisjiana, sebagaimana dikutip dari Instagram pada Jumat, 18 September 2026.
Pernyataan tersebut sekaligus menjelaskan alasan Krisjiana mengambil keputusan vasektomi setelah menikah. Ia mengaitkan pilihannya dengan keyakinan bahwa Siti Badriah merupakan pasangan hidupnya serta ibu dari anak-anak mereka.
Menolak Gagasan Terus Mencoba Anak Laki-laki
Pertanyaan lain yang diterima Krisjiana berkaitan dengan kemungkinan menambah momongan. Seorang warganet menyarankan agar ia dan Siti Badriah kembali mencoba memiliki anak dengan harapan anak berikutnya berjenis kelamin laki-laki.
“Kenapa ga coba dulu sih buat baby cowo, siapa tau anak ke 3 cowo,” demikian pertanyaan yang diterimanya.
Krisjiana kemudian menanggapi anggapan bahwa kehamilan dapat terus diupayakan sampai mendapatkan jenis kelamin anak yang diinginkan. Ia mempertanyakan cara pandang tersebut melalui perumpamaan yang cukup tegas.
“Sejak kapan rahim istri berubah jadi blind box yang kalau gagal bisa coba terus menerus sampe berhasil?” katanya.
Menurut Krisjiana, jenis kelamin anak bukan alasan untuk memaksakan kehamilan berikutnya. Baginya, anak perempuan maupun laki-laki memiliki nilai yang sama dalam keluarga.
Ia juga menceritakan makna kehadiran dua anaknya bersama Siti Badriah. Anak pertama disebutnya sebagai hadiah setelah penantian panjang, sedangkan anak kedua dipandang sebagai bonus bagi keluarga mereka.
Krisjiana menilai keinginan untuk terus mencoba demi mendapatkan anak laki-laki dapat berubah menjadi sikap egois apabila sang istri sudah merasa cukup dengan jumlah anak yang dimiliki. Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan penjelasannya mengenai alasan pribadi di balik keputusan menjalani vasektomi.

