Friday, October 9, 2026
HomeCryptoRusia Peringatkan Risiko Stablecoin Asing, Aset Bisa Dibekukan

Rusia Peringatkan Risiko Stablecoin Asing, Aset Bisa Dibekukan

Investor kripto di Rusia menghadapi risiko kerugian apabila penerbit stablecoin asing membekukan aset yang berada di luar kendali lembaga penyimpanan atau depository Rusia. Peringatan itu disampaikan di tengah perkiraan bahwa penduduk Rusia memiliki aset kripto dan produk keuangan terkait senilai 3,7 triliun rubel, setara sekitar US$44 miliar atau Rp785,66 triliun dengan asumsi kurs Rp17.860 per dolar AS.

Wakil Menteri Keuangan Rusia Ivan Chebeskov mengatakan, jumlah pengguna kripto di negara tersebut diperkirakan mencapai sekitar 20 juta orang. Sementara itu, nilai transaksi kripto harian diperkirakan berada di kisaran 50 miliar rubel.

Data kepemilikan masih berupa perkiraan

Menurut Chebeskov, estimasi 3,7 triliun rubel itu tidak hanya mencakup kepemilikan aset kripto secara langsung. Perhitungan tersebut juga memasukkan berbagai produk keuangan yang berkaitan dengan aset digital.

Namun, angka itu bukan hasil pendataan menyeluruh pemerintah terhadap setiap dompet digital maupun seluruh transaksi kripto di Rusia. Data tersebut merupakan perkiraan pengamat yang digunakan Kementerian Keuangan untuk menggambarkan skala kepemilikan dan aktivitas aset digital di negara itu.

Pemerintah berharap kerangka regulasi baru dapat menghasilkan informasi yang lebih akurat. Data diharapkan semakin lengkap ketika aktivitas perdagangan dan penyimpanan aset digital mulai berlangsung melalui bursa, pialang, serta lembaga penyimpanan digital yang telah memperoleh izin.

Risiko pemblokiran oleh penerbit asing

Chebeskov menilai, penggunaan stablecoin yang diterbitkan perusahaan atau lembaga asing memiliki risiko tersendiri. Infrastruktur Rusia tidak selalu dapat mengendalikan tindakan penerbit, termasuk keputusan untuk membekukan aset tertentu.

“Risiko pemblokiran aset oleh penerbit asing memang ada,” kata Chebeskov, seperti dilaporkan Kantor Berita TASS dan dikutip Crypto.news pada Rabu (23/9/2026).

Ia menyebut USDT dan USDC sebagai contoh stablecoin yang perlu diperhatikan dalam konteks risiko tersebut. Apabila penerbit melakukan pembekuan, investor dapat mengalami kerugian atas aset yang tidak berada dalam kendali langsung lembaga Rusia.

Dalam kerangka kerja yang dijelaskan Chebeskov, lembaga penyimpanan digital Rusia tetap memikul tanggung jawab atas kegagalan dalam pelaksanaan tugasnya sendiri. Tanggung jawab itu mencakup pencatatan, penyimpanan atau custody, serta transfer aset yang berada dalam pengelolaannya.

Tanggung jawab tersebut juga mencakup pemindahtanganan aset nasabah tanpa izin. Namun, ketentuan itu berlaku pada kegagalan yang berada dalam lingkup tugas lembaga penyimpanan Rusia, sedangkan pembekuan oleh penerbit stablecoin asing dipandang sebagai risiko yang berada di luar kendali langsung infrastruktur domestik.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer