Monday, October 12, 2026
HomeGadgetHuawei TruSense Bisa Pantau Paru-paru hingga Asam Urat

Huawei TruSense Bisa Pantau Paru-paru hingga Asam Urat

Huawei TruSense kini tidak lagi terbatas pada pengukuran detak jantung dan jumlah langkah. Sistem pemantauan kesehatan Huawei tersebut telah dikembangkan untuk menganalisis lebih dari 70 indikator kesehatan dan kebugaran yang mencakup enam dari delapan sistem utama tubuh manusia.

Seluruh perangkat baru Huawei yang diluncurkan sepanjang 2025 dan 2026 telah mengadopsi TruSense. Pengembangan sistem kini lebih banyak diarahkan pada algoritma dan pemodelan data. Dengan pendekatan ini, kemampuan pemantauan dapat ditingkatkan tanpa harus selalu mengubah rancangan perangkat keras.

Membaca tanda vital hingga indikator metabolik

TruSense memantau lima tanda vital dasar, yakni detak jantung, tekanan darah, kadar oksigen dalam darah (SpO2), laju pernapasan, dan suhu tubuh. Pemantauan dilakukan sepanjang hari untuk menangkap perubahan kondisi tubuh saat pengguna berolahraga, tidur, atau menjalani aktivitas harian.

Pada aspek tekanan darah, Huawei Watch D2 dan Watch D3 dapat merekam tren perubahan dalam rentang harian, mingguan, hingga bulanan. Data tersebut dirancang untuk membantu pengguna melihat pola yang mungkin tidak terlihat melalui satu kali pengukuran.

Cakupan TruSense juga mencakup sistem sirkulasi, pernapasan, saraf, endokrin, reproduksi, serta otot dan tulang. Sejumlah indikator yang dianalisis antara lain fibrilasi atrium atau AFib, tingkat stres, dan heart rate variability (HRV).

Untuk kesehatan paru-paru, Huawei menggabungkan analisis suara batuk, HRV, dan detak jantung. Menurut Huawei, kombinasi data tersebut dapat membantu membedakan gejala flu biasa dari potensi infeksi paru-paru. Sistem ini juga dirancang untuk mengenali perubahan fisiologis sebelum gejala dirasakan pengguna. Salah satu contohnya adalah kenaikan resting heart rate lebih dari 10 persen pada malam hari, yang disebut dapat terdeteksi sebelum gejala flu muncul.

Pengembangan TruSense turut mencakup indikator kesehatan metabolik, termasuk indikator yang berkaitan dengan asam urat. Perluasan tersebut membuat sistem tidak hanya berfokus pada kebugaran dan kondisi kardiovaskular.

Analisis tidur dan tantangan lingkungan

Dalam pemantauan tidur, TruSense menggabungkan Cardiopulmonary Coupling (CPC) dengan standar American Academy of Sleep Medicine (AASM). CPC digunakan untuk menganalisis kestabilan fisiologis antara jantung dan pernapasan, sedangkan standar AASM membantu membagi tahapan tidur menjadi Light, Deep, REM, dan kondisi terjaga.

Huawei menyebut kombinasi dua pendekatan itu meningkatkan akurasi penilaian kualitas dan stabilitas tidur lebih dari 30 persen. Algoritma Sleep Tracker juga dikembangkan untuk menghadapi micro-motion, seperti getaran saat pengguna tidur di kereta atau pesawat. Pemrosesan multimodal digunakan untuk memisahkan gangguan tersebut dari sinyal fisiologis. Namun, akurasinya masih perlu diuji lebih jauh.

Sensor, algoritma, dan kerja sama riset

Di sisi perangkat keras, sistem sensor optik TruSense memakai tiga modul optik multi-source. Rancangan ini memperluas area pemancaran cahaya dan membantu mempertahankan pembacaan ketika posisi jam bergeser atau tali sedikit longgar. Jalur optiknya menggunakan LED dengan beberapa panjang gelombang untuk menembus jaringan kulit pada kedalaman berbeda.

Huawei menyatakan rancangan tersebut meningkatkan efisiensi deteksi sinyal hingga 15 persen. Pemisahan fisik jalur pemancar dan penerima cahaya juga diklaim meningkatkan kualitas serta kemurnian sinyal yang ditangkap lebih dari 20 persen.

Algoritma TruSense dirancang untuk menghadapi kondisi yang menyulitkan pembacaan, termasuk penyempitan pembuluh darah akibat suhu dingin. Dalam kondisi itu, sistem menggunakan pemodelan 3D dan rekonstruksi fitur fisiologis. Akurasi pemantauan detak jantung dinamisnya telah diuji dan memperoleh sertifikasi dari lembaga penguji global SGS Swiss.

Huawei juga membuka TruSense untuk integrasi dengan platform riset ilmiah, institusi kesehatan, dan aplikasi pihak ketiga. Huawei terlibat dalam konsorsium penelitian penyakit kardiovaskular I-CARE4CV di Eropa dan menjadi satu-satunya produsen perangkat cerdas yang dipilih dalam riset tersebut. Di Thailand, Huawei bekerja sama dengan Ministry of Public Health, yang menunjuk Siriraj Hospital sebagai rumah sakit pusat untuk menguji dan menerapkan perangkat wearable Huawei dalam manajemen kesehatan masyarakat.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer