Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, pada Sabtu, 26 September 2026. Putra bungsu Presiden Soekarno itu mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB dalam usia 73 tahun, sebagaimana disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Sebelum wafat, Guruh masih menyimpan sejumlah rencana berkaitan dengan karya musik. Hal tersebut diceritakan Debby Sahertian, yang beberapa kali bertemu dan bekerja bersama Guruh sepanjang 2026. Menurut Debby, semangat Guruh untuk kembali berkarya masih terlihat meski kondisi kesehatannya kemudian menurun.
Menyiapkan Lagu dan Konsep Video Klip
Debby mengatakan, ia sempat melakukan podcast bersama Guruh pada Mei 2026. Dalam pertemuan itu, Guruh disebut masih terlihat segar dan bersemangat membicarakan karya-karya baru yang ingin dibuatnya.
“Mas Guruh tercinta, bulan Mei 2026 kita masih sempat melakukan podcast bersama, saat itu wajah mas Guruh segar & bersemangat ingin melahirkan karya2 terbaru,” tulis Debby dalam unggahan yang dikutip pada Sabtu, 26 September 2026.
Sebulan kemudian, keduanya kembali bertemu dalam sebuah pertemuan. Saat itu, Guruh menyampaikan rencananya meluncurkan single terbaru yang merupakan ciptaannya sendiri. Debby mengaku sudah mendengarkan lagu tersebut dan ikut membahas konsep video klip yang akan dibuat.
“Bulan Juni kita sempat meeting bersama, mas Guruh ingin meluncurkan lagu single terbaru ciptaan mas Guruh, aku sudah dengar, musiknya khas gaya mas Guruh & kita membicarakan konsep video clipnya,” ujar Debby.
Lagu itu belum sempat dirilis hingga Guruh meninggal dunia. Demikian pula pembahasan mengenai video klipnya yang masih berada pada tahap perencanaan.
Tetap Hadir dalam Acara Malam Dana
Keinginan Guruh untuk tetap terlibat dalam kegiatan seni dan kebudayaan juga terlihat pada Agustus 2026. Debby kembali melakukan podcast bersama Guruh untuk kebutuhan acara malam dana bertajuk “Untuk Indonesia”.
Namun, kondisi Guruh saat itu sudah tampak berbeda. Debby menyebut Guruh terlihat menahan sakit, tetapi tetap mengikuti pembicaraan mengenai persiapan acara dan berusaha hadir. Ia bahkan tetap menjalani sesi foto bersama rekan-rekannya.
“Bulan Agustus kita podcast bersama lagi dalam rangka acara malam Dana ‘Untuk Indonesia’ saat itu memang wajah mas Guruh kelihatan menahan sakit, tapi mas Guruh hebat karena tetap bersemangat membicarakan persiapan acara tersebut dan tetap hadir di acara itu,” kata Debby.
Debby melanjutkan, Guruh berada dalam kondisi sangat lemah dan mengalami kesulitan berbicara. Ia juga tidak mampu naik ke atas panggung, tetapi tetap tertawa lebar ketika berfoto bersama. Beberapa hari setelah acara tersebut, Debby dan rekan-rekannya menerima kabar bahwa Guruh masuk rumah sakit. Kondisinya kemudian terus menjadi perhatian hingga kabar kepergiannya pada Sabtu pagi.

