Monday, October 12, 2026
HomeCryptoLloyds dan Visa Uji Stablecoin untuk Transaksi Rp13 Miliar

Lloyds dan Visa Uji Stablecoin untuk Transaksi Rp13 Miliar

Lloyds dan Visa menyelesaikan uji coba pembayaran lintas negara menggunakan stablecoin senilai US$750.000 atau sekitar Rp13,41 miliar. Transaksi yang berlangsung selama tujuh hari itu disebut Lloyds sebagai uji coba penyelesaian transaksi stablecoin pertama yang melibatkan Visa dan grup perbankan besar asal Inggris.

Uji coba tersebut dirancang untuk menguji penyelesaian kewajiban pembayaran antar-lembaga keuangan dalam kondisi nyata, bukan untuk transaksi yang dilakukan langsung oleh nasabah. Dalam skema ini, Lloyds membeli USDC melalui Archax, bursa aset digital yang teregulasi di Inggris.

Transaksi selesai kurang dari satu jam

USDC yang dibeli Lloyds digunakan untuk serangkaian penyelesaian transaksi dalam denominasi dolar AS. Volume transaksi itu dicatat melalui cabang Corporate Markets Lloyds di Jersey, kemudian ditransfer kepada Visa di Amerika Serikat.

Menurut informasi yang dikutip dari The Block pada Jumat (2/10/2026), dana tersebut diterima Visa dalam waktu kurang dari satu jam. Kecepatan penyelesaian itu juga tercapai ketika transaksi dilakukan pada akhir pekan.

Hasil tersebut menjadi bagian penting dari pengujian karena penyelesaian transaksi lintas batas melalui mekanisme tradisional dapat memerlukan waktu satu hari atau lebih apabila instruksi pembayaran dimulai di luar jam operasional bank. Lloyds menyatakan, penggunaan stablecoin dalam uji coba ini memungkinkan proses pembayaran berlangsung tanpa terikat sepenuhnya pada waktu operasional perbankan.

“Menyelesaikan kewajiban pembayaran langsung senilai US$750.000 antara Lloyds dan Visa menggunakan stablecoin memungkinkan kami untuk melangkah lebih jauh dari sekadar teori dan menguji kemampuan ini dalam situasi nyata,” ujar Kepala Aset Digital Lloyds, Peter Left.

Pengujian melibatkan dua infrastruktur blockchain

Selain memproses pembelian dan pengiriman USDC, Lloyds menjalankan node miliknya sendiri di Canton Network selama masa uji coba. Node tersebut menjadi bagian dari infrastruktur yang digunakan Lloyds dalam pengujian kemampuan penyelesaian transaksi berbasis aset digital.

Visa, sementara itu, mendukung penyelesaian transaksi melalui blockchain publik lain. Nama blockchain tersebut tidak disebutkan dalam informasi mengenai uji coba itu.

Penggunaan stablecoin dalam transaksi ini ditempatkan pada tahap penyelesaian kewajiban antar-institusi. Artinya, pengujian tersebut tidak menggambarkan pembayaran ritel atau penggunaan stablecoin oleh nasabah Lloyds maupun Visa, melainkan berfokus pada proses transfer dan penyelesaian dana antarperusahaan di dua negara.

Dengan nilai transaksi mencapai US$750.000, uji coba tersebut memberikan gambaran mengenai penggunaan stablecoin untuk kebutuhan pembayaran lintas batas yang melibatkan lembaga keuangan besar. Lloyds menyebut pengujian langsung ini sebagai langkah untuk menilai kemampuan teknologi tersebut dalam proses operasional, termasuk ketika transaksi berlangsung di luar jam kerja perbankan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer