Tuesday, June 16, 2026
HomeBeritaUnilever Laporkan Laba Bersih Rp 2,2 T Semester I 2025, Turun 12,6%

Unilever Laporkan Laba Bersih Rp 2,2 T Semester I 2025, Turun 12,6%

Unilever Kantongi Laba Bersih Rp 2,2 Triliun pada Semester I 2025, Turun 12,6 Persen

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba bersih Rp 2,2 triliun pada paruh pertama 2025. Capaian itu turun 12,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di tengah tekanan kinerja yang masih terasa sejak awal tahun. Meski laba tergerus, emiten barang konsumsi ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan lewat penjualan bersih yang mulai membaik dibandingkan semester sebelumnya.

Penjualan Masih Tertekan, tetapi Mulai Pulih

Sepanjang Semester I 2025, Unilever mencatat penjualan bersih Rp 18,2 triliun. Angka tersebut turun 4,4 persen secara tahunan, namun naik 13,1 persen dibandingkan Semester II 2024. Perbandingan itu memberi gambaran bahwa kinerja perseroan belum sepenuhnya keluar dari tekanan, tetapi arah perbaikannya mulai terlihat.

Sejumlah merek andalan Unilever, seperti Pepsodent, Bango, Sunlight, Axe, dan Clear, disebut membukukan pertumbuhan yang solid selama enam bulan pertama tahun ini. Kinerja merek-merek tersebut menjadi salah satu penopang utama di tengah upaya perusahaan menjaga laju bisnis di pasar yang masih kompetitif.

Margin Menguat, Belanja Iklan Naik

Presiden Direktur Unilever, Benjie Yap, mengatakan kinerja perusahaan pada semester ini memang masih berada di bawah target tahun sebelumnya. Namun, ia menilai ada perbaikan bertahap dibandingkan Semester II 2024, baik dari sisi pertumbuhan penjualan maupun profitabilitas.

Unilever juga mencatat perbaikan pada margin kotor dan margin laba sebelum pajak, meski tetap terjadi koreksi pada beberapa basis poin. Di sisi lain, belanja iklan dan promosi meningkat menjadi 8,9 persen dari total penjualan bersih. Langkah ini menunjukkan strategi perseroan untuk memperkuat ekuitas merek sekaligus menjaga keterlibatan konsumen.

Modal untuk Menjaga Momentum

Benjie menegaskan, capaian pada awal tahun ini akan menjadi pijakan untuk mempertahankan momentum hingga kuartal III 2025 dan seterusnya. Unilever, kata dia, tetap optimistis bisa kembali tumbuh sesuai proyeksi yang telah ditetapkan, meski tantangan pasar masih membayangi.

Dengan laba yang menyusut tetapi penjualan yang mulai bergerak naik dibandingkan semester sebelumnya, Unilever kini menghadapi tugas penting: menjaga pemulihan agar tidak berhenti di tengah jalan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer