JAKARTA — Produser film Merah Putih One For All, Toto Soegriwo, menepis kabar yang mengaitkan biaya produksi film tersebut dengan uang haram. Melalui Instagram Stories, Toto menegaskan bahwa pertemuan dirinya dengan tim film itu hanya sebatas audiensi dan diskusi kreatif, bukan pemberian dana maupun fasilitas promosi.
Hanya beri masukan, bukan bantuan produksi
Toto menjelaskan, dalam audiensi itu ia memberi sejumlah catatan terkait cerita, karakter, visual, trailer, hingga unsur kreatif lain yang dinilainya perlu diperhatikan. Menurut dia, masukan semacam itu juga kerap diberikan kepada pihak lain yang datang untuk berdiskusi dengannya.
Ia menekankan, tidak ada bantuan finansial dalam bentuk apa pun kepada film Merah Putih One For All. Toto juga membantah anggapan bahwa dirinya terlibat dalam urusan pendanaan atau promosi film tersebut.
Bantahan soal uang haram
Lewat klarifikasinya, Toto ingin meluruskan kabar yang beredar agar publik tidak keliru memahami posisi dirinya dalam proyek film itu. Ia menyatakan, tidak ada penggunaan uang haram dalam produksi film yang dimaksud.
Penegasan ini menjadi penting di tengah sorotan publik terhadap proses produksi film tersebut. Toto memilih menyampaikan langsung bantahan itu untuk memisahkan antara sesi audiensi kreatif dan dugaan keterlibatan dalam pendanaan.
Source link

