Harga sejumlah bahan pokok terpantau melemah pada perdagangan terbaru, terutama beras, bawang, cabai, hingga daging sapi. Pergerakan harga ini menjadi sinyal bahwa tekanan di pasar pangan mulai mereda, meski di beberapa komoditas lain fluktuasi masih terjadi. Badan Pangan Nasional atau Bapanas mencatat penurunan pada sejumlah bahan kebutuhan harian yang selama ini kerap menjadi perhatian konsumen.
Beras premium dan medium sama-sama turun
Berdasarkan data Panel Harga Bapanas, harga beras premium di tingkat konsumen turun menjadi Rp 15.988 per kilogram dari sebelumnya Rp 16.144 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada beras medium yang kini berada di level Rp 13.709 per kilogram. Adapun beras SPHP tercatat turun menjadi Rp 12.443 per kilogram.
Pergerakan harga beras ini memberi ruang bagi rumah tangga untuk bernapas lebih lega, terutama karena komoditas tersebut masih menjadi kebutuhan utama masyarakat sehari-hari. Di tengah upaya pemerintah menjaga pasokan dan menekan laju inflasi pangan, perubahan harga beras menjadi salah satu indikator yang paling mudah dirasakan konsumen.
Bawang, cabai, dan daging ikut terkoreksi
Selain beras, harga bawang merah dan bawang putih bonggol juga mengalami penurunan. Di pasar tradisional Kemirimuka Beji, Depok, harga cabai merah keriting, cabai merah besar, dan cabai rawit merah turut bergerak turun. Kondisi serupa juga terlihat pada daging sapi murni, daging kerbau beku impor, serta daging kerbau segar lokal.
Meski penurunan terjadi di beberapa komoditas penting, pasar masih menunjukkan dinamika yang beragam. Artinya, konsumen belum sepenuhnya lepas dari perubahan harga harian, terutama untuk bahan pangan yang sensitif terhadap pasokan dan distribusi.
Komoditas lain masih berfluktuasi
Di luar kelompok bahan pokok utama itu, Bapanas juga mencatat fluktuasi pada jagung, kedelai biji kering, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi, garam konsumsi, tepung terigu curah dan kemasan, minyak goreng kemasan dan curah, MinyaKita, ikan kembung, ikan tongkol, serta ikan bandeng.
Penurunan harga yang terjadi belakangan ini disebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menjaga kestabilan harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Di tingkat konsumen, arah harga yang mulai melandai memberi harapan, meski kestabilannya tetap bergantung pada pasokan dan kondisi distribusi di pasar.
Source link

