Liburan bukan lagi hanya tentang bersantai, tidur lebih lama, atau menonton TV. Trend terbaru yang disebut “skillcations” mulai menjadi populer, di mana liburan digunakan untuk mengasah kemampuan dan pengalaman baru. Skillcations memberikan sensasi berbeda bagi pekerja, membuat mereka kembali ke kantor dengan kesegaran, motivasi, dan kesiapan menghadapi tantangan.
Diperkenalkan oleh Lana Peters, Chief Revenue & Experience Officer di Klaar, skillcations adalah liburan di mana karyawan menggunakan cuti berbayar untuk meningkatkan kemampuan atau mempelajari hal baru yang dapat mendukung karier mereka. Hal ini dianggap sebagai kombinasi pertumbuhan pribadi dan produktivitas yang efektif, terutama bagi pekerja jarak jauh.
Statistik menunjukkan bahwa 39% wisatawan Amerika menyukai liburan aktif seperti ekspedisi fotografi atau retret yoga, yang menunjukkan minat dalam pertumbuhan pribadi. Skillcations menekankan peningkatan diri sebagai bentuk penyegaran, menjadikannya alternatif yang menarik dari liburan tradisional.
Dr. Marais Bester, konsultan senior di SHL, menekankan pentingnya belajar dalam menyegarkan diri. Ia menyoroti bahwa pembaruan sering kali datang dari tantangan baru yang melibatkan pikiran dan tubuh. Dengan belajar skill baru atau menghadapi tantangan di lingkungan baru, seseorang dapat merasa berkembang dan terus meningkatkan kemampuan mereka.
Secara keseluruhan, skillcations merupakan tren yang menarik bagi mereka yang ingin mengoptimalkan waktu liburan mereka untuk pertumbuhan dan perkembangan pribadi. Dengan adanya konsep ini, diharapkan pekerja dapat kembali ke rutinitas kerja dengan energi baru, motivasi tinggi, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang diri mereka sendiri.







