Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan oleh munculnya BBM baru berbahan dasar nabati yang diberi nama Bobibos. Produk ini diklaim sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan berdasarkan jerami hasil panen petani. Bobibos dikembangkan oleh PT Inti Sinergi Formula, bagian dari PT Sultan Sinergi Indonesia, sebuah perusahaan holding yang bergerak di berbagai sektor strategis seperti energi, infrastruktur, perhotelan, pertambangan, perkebunan, properti, dan transportasi.
Direktur Utama PT Sultan Sinergi Indonesia dan pembina Bobibos, Mulyadi, yang juga merupakan Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra, menjelaskan bahwa Bobibos merupakan singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos. Ada dua varian Bobibos: warna putih untuk mesin bensin dan warna merah untuk mesin solar atau diesel.
Menurut founder Bobibos, M. Ikhlas, jerami dari 1 hektare sawah dapat menghasilkan sekitar 3.000 liter BBM Bobibos, memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani tanpa mengganggu produksi beras. Bobibos juga diklaim memiliki RON 98–98,1 dan tingkat emisi yang rendah. Proses pengolahan jerami menjadi bahan bakar melalui rangkaian proses teknologi biokimia, termasuk tahap penyuntikan serum khusus yang dapat mengubah jerami menjadi energi, dengan lima tahapan utama dalam proses tersebut.
Bobibos menunjukkan potensi baru dalam pengembangan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani.







