CEO BlackRock, Larry Fink, mengungkapkan bahwa sovereign wealth fund (SWF) dari berbagai negara mulai meningkatkan kepemilikan bitcoin mereka selama koreksi harga kripto terjadi. Hal ini terjadi saat harga bitcoin turun di kisaran USD 120.000, USD 100.000, bahkan di bawah USD 90.000. Larry Fink menegaskan bahwa pembelian bitcoin oleh dana kekayaan negara ini bukanlah transaksi jangka pendek, melainkan sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang yang mencakup beberapa tahun ke depan.
Di antara negara-negara yang memimpin adopsi ini adalah Abu Dhabi, Luksemburg, dan Bhutan. Abu Dhabi Investment Council menggandakan kepemilikannya atas iShares Bitcoin Trust milik BlackRock, dengan posisi hampir 8 juta saham senilai USD 518 juta. Sementara Mubadala Investment Company memegang 8,7 juta saham senilai USD 567 juta. Keduanya bersama-sama mengendalikan lebih dari USD 1,1 miliar dalam instrumen investasi bitcoin.
Di sisi lain, Intergenerational Sovereign Wealth Fund Luksemburg juga melakukan alokasi langsung ke Bitcoin pada Oktober 2024. Sebagai dana sovereign fund di zona euro pertama yang melakukannya, mereka mengalokasikan sekitar USD 9 juta, sekitar 1% dari portofolio mereka, ke Bitcoin untuk mengurangi risiko penyimpanan. Langkah ini menunjukkan bahwa sovereign wealth fund mulai mengambil langkah cerdas dalam berinvestasi dalam aset kripto.

