Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, menyampaikan bahwa cita-cita kedaulatan pangan tidak akan tercapai jika petani terus diposisikan hanya sebagai objek kebijakan. Menurut Azis, petani seharusnya ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan pangan nasional. Hal ini berarti petani harus memiliki hak yang jelas atas tanahnya, memiliki kebebasan untuk menentukan jenis usaha pertanian yang ingin dijalankan, memegang posisi tawar di pasar, dan mendapatkan nilai tambah dari usaha keras yang mereka lakukan.
Azis juga menyoroti bahwa peningkatan produksi pangan tanpa perlindungan yang memadai terhadap petani hanya akan membuat sistem pangan menjadi rapuh. Ketika biaya produksi meningkat, lahan semakin terdesak, atau harga pangan turun, petani kecil selalu menjadi pihak yang paling terdampak.
Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan peran strategis Jawa Tengah sebagai penopang pangan nasional. Hal ini menekankan pentingnya menjaga produktivitas pertanian seiring dengan perlindungan terhadap petani dan keberlanjutan lingkungan. Azis menekankan bahwa diversifikasi pangan dan penguatan sektor hortikultura bukan hanya aksesori, melainkan strategi utama untuk menjaga pendapatan petani dan pasokan pangan.







