Monday, July 13, 2026
HomeEkonomiPasar Kripto Indonesia: Indodax Mengamankan 44,68% Market Share 2025

Pasar Kripto Indonesia: Indodax Mengamankan 44,68% Market Share 2025

Pasar kripto Indonesia kembali menunjukkan ketahanan di tengah gejolak global. Di saat sentimen pasar dunia belum sepenuhnya stabil, Indodax masih memegang posisi teratas sebagai pemain terbesar di dalam negeri dengan pangsa pasar 44,68 persen sepanjang 2025. Capaian itu menegaskan bahwa kepercayaan pengguna terhadap aset kripto di Indonesia belum surut, bahkan cenderung menguat pada momentum tertentu, termasuk pada Oktober 2025.

Indodax Masih Dominan di Pasar Domestik

Wakil Presiden Indodax Antony Kusuma mengatakan kenaikan market share pada Oktober menjadi sinyal bahwa loyalitas pengguna tetap terjaga. Menurut dia, pasar kripto tidak hanya bergerak mengikuti harga aset, tetapi juga dipengaruhi oleh persepsi jangka panjang investor terhadap teknologi dan ekosistem yang menopangnya.

“Peningkatan market share pada bulan Oktober menunjukkan keberlanjutan kepercayaan dan loyalitas pengguna terhadap aset kripto,” ujar Antony. Ia menilai, minat masyarakat untuk masuk ke aset digital masih tinggi meski kondisi pasar global dibayangi ketidakpastian.

Transaksi Nasional Masih Mengalir

Antony juga menyoroti data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat nilai perdagangan aset kripto nasional mencapai Rp49,28 triliun pada Oktober 2025. Angka tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas perdagangan di Indonesia tetap bergerak positif di tengah tekanan eksternal yang memengaruhi pasar global.

Menurut dia, investor global masih melihat kripto sebagai aset sekaligus teknologi masa depan. Pandangan itu ikut menjaga arus transaksi tetap stabil, termasuk di Indonesia, yang kini menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan paling diperhatikan di kawasan.

Volume Indodax Naik Tajam

Di level perusahaan, Indodax mencatat volume transaksi pada Oktober 2025 sebesar Rp22,02 triliun. Nilai itu melonjak 216,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekosistem kripto di Indonesia tidak lagi bertumpu pada euforia sesaat, melainkan pada basis pengguna yang kian luas.

Momentum pemulihan pasar pada Oktober juga memberi ruang bagi optimisme baru. Di tengah ketidakpastian yang masih membayangi pasar global, data terbaru itu menegaskan bahwa industri kripto Indonesia masih memiliki daya tahan dan ruang tumbuh yang besar.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer