Bitmine Immersion Technologies (BMNR) telah berhasil menambahkan 44,463 ethereum (ETH) dalam kepemilikan mereka pada pekan lalu. Dengan pertambahan ini, Bitmine kini memiliki 3,41% dari total pasokan aset yang beredar. Akumulasi ini berdasarkan informasi dari the block, yang dikutip pada Selasa (30/12/2025), mengikuti pengumuman pekan sebelumnya bahwa Bitmine telah berhasil melampaui jumlah 4 juta Ethereum berkat strategi pembelian yang agresif guna mencapai target akuisisi 5% dari total pasokan jaringan Ethereum.
Dengan harga ether saat ini, nilai perbendaharaan token Bitmine mencapai lebih dari USD 12 miliar atau setara dengan Rp 201,13 triliun (dengan asumsi kurs dolar AS ke rupiah sekitar 16,760). Total kepemilikan kripto dan kas perusahaan mencapai USD 13,2 miliar atau Rp 221,24 triliun, yang terdiri dari 4.110.525 ETH, 192 bitcoin, dan USD 1 miliar atau Rp 16,76 triliun dalam bentuk tunai per 28 Desember.
Tom Lee selaku Chairman mengungkapkan bahwa Bitmine telah memanfaatkan penurunan pasar akhir tahun untuk terus mengakumulasi ETH. Ia menjelaskan bahwa Bitmine merupakan salah satu pembeli ether terbesar dengan menggunakan “uang segar” dalam seminggu terakhir, di tengah penurunan harga yang terkait dengan kerugian pajak. Perusahaan juga telah memulai proses staking sebagian dari kepemilikannya, dengan lebih dari 408.000 ETH yang saat ini telah di-staking sebagai bagian dari persiapan peluncuran Jaringan Validator Made in America pada awal tahun 2026.
Meskipun saham BMNR baru-baru ini diperdagangkan sekitar USD 28,50 dengan penurunan hingga 13% dalam seminggu terakhir, dan ether diperdagangkan sekitar USD 2.950 menurut data harga The Block. Harap dicatat bahwa setiap keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Sebaiknya selalu melakukan analisis dan riset sebelum melakukan transaksi jual beli kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang dilakukan dan segala konsekuensinya.

