Pada Selasa, 30 Desember 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan tipis di atas garis datar pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tahun 2025. IHSG berhasil menguat 0,03 persen atau 2,68 poin menjadi 8.646,94. Berdasarkan pantauan di Stockbit, IHSG awalnya bergerak di zona merah namun kemudian naik ke area positif menjelang penutupan bursa. Transaksi di pasar reguler mencapai Rp 18,13 triliun dengan IHSG bergerak dalam rentang 8.584 hingga 8.663. Penguatan IHSG dipimpin oleh sektor saham siklikal yang mengalami kenaikan sebesar 3,03 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur, keuangan, non-siklikal, properti, dan industri yang juga mengalami kenaikan. Namun, sektor kesehatan, bahan baku, teknologi, energi, dan transportasi mengalami penurunan. Koreksi saham BBRI dan ADRO, serta pelemahan harga emas, turut mempengaruhi penurunan IHSG sebelumnya. Sebagai informasi tambahan, saham BBNI, BBTN, dan INCO mencatat lonjakan harga tertinggi di LQ45. Pada sesi pertama perdagangan, IHSG tercatat mengalami penurunan 0,41 persen atau 35,19 poin ke level 8.609,07. Meskipun demikian, tiga saham berhasil melonjak dengan pesat.

