Awal tahun seringkali menjadi waktu bagi banyak orang untuk merenung dan membuat resolusi baru, termasuk untuk hidup lebih teratur secara fisik dan mental. Namun, rumah yang penuh dengan barang-barang seringkali dapat menjadi sumber stres. Dengan tren decluttering yang sedang populer, Jepang telah memiliki sosok pionir yang dikenal dengan filosofi menata ruang secara mendalam, yaitu Hideko Yamashita atau yang dikenal sebagai “Ratu Decluttering”. Ia telah memperkenalkan metode danshari jauh sebelum konsep Marie Kondo dikenal luas di luar Jepang.
Hideko Yamashita telah menulis buku tentang danshari sejak 2009 dan berhasil menjual lebih dari 7 juta kopi di Jepang. Filosofi decluttering menurutnya bukan hanya tentang membuang barang, tetapi juga menciptakan ruang untuk menemukan jati diri yang sejati. Berbeda dari pendekatan sederhana, danshari memiliki keakraban dengan filosofi yoga dan Buddhisme.
Istilah danshari sendiri berasal dari konsep dankō, shagyō, dan rigyō yang artinya memutus, membuang, dan melepaskan. Bagi Hideko Yamashita, decluttering adalah latihan fisik harian seperti yoga yang dapat membantu melepaskan keterikatan mental. Tujuan akhir dari danshari bukan hanya memiliki rumah rapi, melainkan juga menciptakan “sunny life” atau kehidupan cerah yang bebas dari penyesalan dan kecemasan, hidup dengan mempercayai diri yang ada saat ini.
Mengikuti filosofi danshari dapat membantu seseorang untuk memiliki kebebasan batin dan hidup tanpa beban masa lalu serta kekhawatiran di masa depan. Decluttering bukan hanya masalah merapikan rumah, tapi juga mendalami diri untuk menemukan kebahagiaan sejati.

