Situasi politik Venezuela kembali menjadi sorotan dunia setelah Presiden Nicolas Maduro dilaporkan ditahan, memicu ketidakpastian tentang masa depan kepemimpinan negara tersebut. Salah satu nama yang mencuat sebagai kandidat kuat adalah María Corina Machado, tokoh oposisi yang meraih Nobel Perdamaian 2025. Machado dianggap memiliki potensi membawa Venezuela ke jalur demokrasi dan reformasi ekonomi berbasis pasar bebas. Menurut data pasar prediksi Kalshi, Machado memiliki peluang 28% untuk menjadi kepala negara Venezuela hingga akhir 2026, berada di posisi kedua setelah Edmundo González Urrutia dengan peluang 32%. Sementara itu, Wakil Presiden Delcy Eloína Rodríguez, yang menjabat sementara pasca-penahanan Maduro, memiliki peluang 27%.
Selain itu, situasi politik Venezuela juga menarik perhatian Amerika Serikat. Mantan Presiden AS Donald Trump menyebut kemungkinan negara tersebut masih berada di bawah pengaruh AS hingga kepemimpinan baru terbentuk, menambah lapisan ketegangan diplomatik. Jika Machado terpilih sebagai pemimpin, diprediksi bahwa pemerintahannya akan membawa reformasi besar, termasuk dalam pemulihan hak asasi manusia dan kebebasan politik. Salah satu kebijakan yang disorot adalah pemanfaatan Bitcoin sebagai alternatif mata uang bolivar yang terus tergerus sejak Maduro berkuasa pada 2013 dengan nilai bolivar yang anjlok lebih dari 99,99%.
Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Penting untuk melakukan analisis dan penelitian sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi.

