Pada Senin, 12 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Proyek ini adalah bagian penting dari upaya pemerintah untuk mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) dan memperkuat ketahanan energi nasional. Proyek strategis nasional ini menelan investasi sebesar US$7,4 miliar atau sekitar Rp126 triliun, membuatnya menjadi salah satu investasi terbesar yang dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengurangi impor BBM.
RDMP Balikpapan bertujuan untuk memodernisasi dan meningkatkan kapasitas kilang Pertamina Balikpapan, menjadikannya kilang terbesar di Indonesia. Dengan pengembangan ini, kapasitas pengolahan minyak dari kilang tersebut akan meningkat menjadi 360.000 barel per hari dari sekitar 260.000 barel per hari sebelumnya, hampir seperempat kebutuhan BBM nasional. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menargetkan proyek ini selesai dan memulai pengoperasian awal pada pertengahan Desember 2025 untuk memenuhi 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional.
Proyek ini merupakan langkah penting dalam mendukung visi ketahanan energi Presiden dan juga ketahanan nasional secara keseluruhan. Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Taufik Aditiyawarman menyatakan bahwa sejumlah tahapan penting telah dilalui KPI untuk memastikan kelancaran proyek ini, termasuk pengoperasian awal unit utama pengolahan RDMP Balikpapan. Prabowo dijadwalkan akan meresmikan proyek ini pada hari Senin, 12 Januari 2026.

