Jakarta — Pemerintah menyiapkan skema padat karya untuk mempercepat pemulihan sawah yang rusak akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam skema ini, petani tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga dilibatkan langsung dalam proses rehabilitasi lahan mereka sendiri dan dibayar selama bekerja.
Petani Dibayar Saat Sawah Dipulihkan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, biaya pemulihan lahan akan ditanggung pemerintah pusat. Dengan begitu, petani bisa tetap memperoleh penghasilan harian sambil membantu memperbaiki sawah yang terdampak. Pemerintah menilai cara ini penting agar pemulihan berjalan lebih cepat tanpa memutus sumber nafkah petani terlalu lama.
“Kami ingin pemilik lahan terlibat langsung. Mereka bekerja di sawahnya sendiri, dan tetap mendapat upah harian,” ujar Amran. Ia menegaskan, program ini dirancang untuk menjaga produksi pangan nasional sekaligus memulihkan lahan yang rusak akibat bencana.
Kerusakan Terbesar di Aceh
Data pemerintah menunjukkan total kerusakan lahan sawah di tiga provinsi tersebut mencapai 98.002 hektare. Aceh menjadi wilayah dengan kerusakan paling luas. Dari total itu, lahan dengan kategori ringan hingga sedang mencapai 69.240 hektare, terdiri atas kerusakan ringan seluas 48.969 hektare dan sedang 20.271 hektare.
Di Aceh Utara, kerusakan ringan hingga sedang tercatat 8.237 hektare. Sementara itu, di Aceh sendiri sekitar 10.000 hektare sawah sedang masuk tahap rehabilitasi awal. Untuk pekerjaan ini, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan mencapai 200.000 hari orang kerja yang dibayar secara harian.
Ditargetkan Tuntas dalam Tiga Bulan
Pemerintah menargetkan lahan dengan kerusakan ringan hingga sedang bisa dipulihkan dalam waktu tiga bulan. Selain tenaga kerja, bantuan yang disiapkan mencakup benih, pengolahan tanah, dan perbaikan irigasi. Seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah pusat agar petani tidak menanggung beban tambahan di tengah pemulihan pascabencana.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat bangkitnya kembali areal pertanian yang terdampak, sekaligus memastikan sawah-sawah yang rusak tidak terlalu lama berhenti berproduksi.
Source link

