Donald Trump telah mengangkat Kevin Warsh sebagai salah satu calon potensial untuk menjadi ketua Federal Reserve AS. Hal ini menunjukkan kepercayaan Trump terhadap Warsh sebagai penasihat ekonomi yang dapat dipercaya, serta sebagai langkah untuk mengembalikan disiplin di lembaga bank sentral. Keputusan ini diambil setelah berbagai kritik yang disampaikan pemerintahan Trump terhadap kebijakan Federal Reserve terutama terkait inflasi, ekspansi neraca, dan kebijakan pasca pandemi.
Kevin Warsh memiliki pengalaman dalam pengambilan kebijakan di Federal Reserve, terlibat selama masa krisis, namun belakangan menjadi salah satu pengkritik kebijakan moneter yang dianggap terlalu longgar. Warsh berpendapat bahwa pembelian aset yang berkelanjutan dan neraca bank sentral yang terlalu besar dapat menyebabkan distorsi di pasar serta merusak kredibilitas kebijakan. Pandangan ini membuatnya cenderung memiliki sikap hawkish dalam kebijakan moneternya.

