Pada Senin, 9 Februari 2026, IHSG diproyeksikan untuk mengalami kenaikan setelah mengalami penurunan signifikan pada penutupan perdagangan Jumat sebelumnya. Senior Analis dari PT Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, meyakini bahwa IHSG memiliki peluang untuk rebound setelah uji wave ii. Indikator RSI yang sudah oversold juga menunjukkan adanya aksi beli investor asing yang signifikan.
Fokus pasar saat ini tertuju pada data makroekonomi AS yang dapat mempengaruhi ekspektasi mengenai kebijakan suku bunga The Fed. Data-data penting seperti nonfarm payroll, inflasi, dan penjualan ritel di AS turut menjadi perhatian pelaku pasar. Namun, selain itu, sentimen domestik juga turut berperan dalam pergerakan IHSG. Para pelaku pasar mulai menyesuaikan portofolio saham mereka dengan saham-saham yang mampu meningkatkan free float hingga mencapai level 15 persen.
Dalam riset hariannya, Nafan menyebutkan bahwa indeks keyakinan konsumen per Januari 2026 masih tetap optimis, menunjukkan kekuatan sentimen konsumen yang kuat dalam pasar Indonesia. Ia juga memperkirakan titik support IHSG berada pada level 7.836 dan 7.701, sementara titik resistance pada area 8.504 dan 8.210. Nafan juga memberikan rekomendasi saham potensial cuan, di antaranya PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).
Selain itu, sesi perdagangan sebelumnya telah melihat penurunan tajam IHSG sebesar 229,46 poin atau 2,83 persen. Penurunan ini dipicu oleh penurunan kredit RI oleh Moody’s yang membuat tekanan berat terhadap indeks saham.

