Jelang Hari Raya Idul Fitri, media sosial di Indonesia menampilkan beragam dinamika yang mencerminkan sisi-sisi berbeda dari masyarakat. Mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto, mengungkapkan perbedaan suasana yang mencolok di berbagai platform media sosial yang menarik perhatian publik.
Menurut Dede, Instagram dikuasai oleh konten gaya hidup yang menampilkan persiapan Lebaran secara visual. Banyak pengguna Instagram memamerkan gaya hidup mewah dengan flexing pakaian Lebaran, rumah yang di-renovasi, dan perabotan baru. Di sisi lain, Facebook lebih banyak menampilkan konten yang berkaitan dengan ekonomi rumahan. Banyak pengguna Facebook memanfaatkan momen Lebaran untuk berjualan kue khas seperti Nastar, Kastengel, Putri Salju, Lidah Kucing, dan Kue Semprit.
Sementara itu, di TikTok, pengguna cenderung membuat konten hiburan yang mengikuti tren terbaru, terutama terkait Lebaran. Konten tersebut berupa tarian, sketsa lucu, dan video kreatif yang menggambarkan tradisi mudik dan silaturahmi. Namun, suasana di platform X (sebelumnya Twitter) lebih panas dengan percakapan yang dipenuhi keluhan, kritik terhadap pemerintah, dan perdebatan politik internasional yang sengit.
Dengan beragam dinamika ini, media sosial memberikan gambaran yang komprehensif tentang bagaimana masyarakat Indonesia merayakan dan menyikapi momen Hari Raya Idul Fitri secara digital.

