Monday, April 13, 2026
HomeEkonomiHarga Minyak Dunia Naik US$114: Aset Kinclong di Tengah Perang

Harga Minyak Dunia Naik US$114: Aset Kinclong di Tengah Perang

Harga minyak dunia terus menjadi sorotan dunia akibat sentimen eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas pasar global. Pada sesi perdagangan Jumat, 27 Maret 2026, harga energi mengalami lonjakan tajam. Minyak mentah Brent naik 5,7 persen ke level US$114,2 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mengalami kenaikan sebesar 6,18 persen hingga mencapai harga US$100 per barel. Konflik yang terjadi di Iran sejak akhir Februari 2026, termasuk serangan antara AS dan Israel serta balasan dari Iran, telah menyebabkan gangguan dalam rantai pasokan komoditas global.

Lonjakan harga minyak terlihat dari peningkatan hingga 50 persen selama bulan Maret 2026, melampaui rekor pada bulan September 1990. Harga Brent bahkan mencapai US$119,50 per barel, level tertinggi sejak Juni 2022, ketika Iran hampir menutup Selat Hormuz. Di tengah gejolak ketegangan geopolitik, minyak menjadi aset dengan kinerja terbaik di pasar global, mengungguli instrumen lain yang mengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian.

Meski upaya meredakan ketegangan sempat muncul, tekanan pasar masih berlanjut. Investor terpaksa menjual emas untuk menutupi kerugian atau memenuhi panggilan margin pada posisi lain di pasar, alih-alih mengandalkan emas sebagai aset aman terhadap inflasi. Harga emas spot mengalami penurunan hampir 15 persen sejak awal bulan Maret 2026. Konflik yang terjadi diprediksi akan terus menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga minyak dalam waktu dekat, seiring dengan kekhawatiran terhadap inflasi dan stabilitas ekonomi global.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer