Thursday, April 16, 2026
HomeTeknoIGRS: Kontroversi antara Pemerintah dan Platform

IGRS: Kontroversi antara Pemerintah dan Platform

Indonesia Game Rating System (IGRS) sedang menjadi topik yang hangat diperbincangkan di kalangan pecinta game. Perdebatan ini tidak hanya berkaitan dengan kejanggalan dalam sistem rating, tetapi juga meluas menjadi saling tuduh antara pemerintah, pengembang, dan platform distribusi game global.

Para gamer dan pengembang game merasa tidak puas dengan klasifikasi yang dianggap tidak masuk akal. Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa rating yang beredar saat ini bukanlah hasil resmi dari IGRS.

Tudingan seputar ‘rating palsu’ terhadap platform digital semakin memperumit situasi yang sudah memanas ini. CEO Toge Productions, Kris Antoni Hadiputra, mengkritik berbagai kejanggalan dalam klasifikasi game yang ada di Steam.

Menurut Kris, ada game dengan konten dewasa yang diberi label untuk anak-anak, sementara game berkualitas tinggi malah dianggap tidak layak. Ia menyebut contoh bahwa Indonesia Game Rating System memberikan label game dengan konten seksual dewasa sebagai game cocok untuk usia 3 tahun ke atas, sementara game seperti Clair Obscur dan Metal Gear Solid Delta malah dianggap tidak pantas.

Kritik juga ditujukan kepada game produksi studionya sendiri, A Space for the Unbound, yang juga terkena dampak dari kebingungan dalam klasifikasi. Kris mengungkapkan bahwa A Space for the Unbound mendapat rating 18+ hanya karena adanya adegan seorang anak SMA yang merokok, padahal hal itu hanya dalam bentuk pixel art dan berlangsung selama 2–3 detik.

Menyikapi masalah ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan bahwa rating yang saat ini muncul di Steam bukanlah hasil klasifikasi resmi dari IGRS. Pernyataan ini diharapkan bisa memberikan pemahaman yang lebih jelas terkait keadaan sebenarnya dari sistem rating game di Indonesia.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer