Roblox Patuhi Aturan PP Tunas Pemerintah Indonesia
Jakarta, VIVA – Platform game terkenal Roblox akhirnya mematuhi aturan Perlindungan Anak dan Remaja Terhadap Konten Berbahaya di Dunia Maya (PP Tunas) yang diberlakukan pemerintah Indonesia. Kepatuhan ini disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid setelah melalui serangkaian diskusi antara pemerintah dan pihak Roblox.
Roblox, Platform Global yang Patuh Aturan Perlindungan Anak
Langkah ini menjadikan Roblox sebagai salah satu platform digital global yang mematuhi regulasi perlindungan anak di ranah digital Indonesia. Pemerintah melihat langkah tersebut sebagai tonggak penting karena untuk pertama kalinya pembatasan usia tidak hanya berlaku di media sosial, tetapi juga pada platform game daring.
Penerapan Verifikasi Usia dengan Facial Recognition
Dalam aturan terbaru, Roblox akan menggunakan teknologi pengenalan wajah atau facial recognition untuk melakukan verifikasi usia. Hasil verifikasi tersebut akan menentukan jenis game dan fitur apa yang dapat diakses oleh pengguna berdasarkan kelompok usia mereka. Menurut Menkomdigi Meutya Hafid, pengguna anak akan mendapatkan perlindungan khusus, termasuk pembatasan komunikasi dengan pengguna yang tidak dikenal.
Fitur chat juga akan otomatis dimatikan bagi pengguna di bawah usia tertentu dan akun yang belum melakukan verifikasi usia. Selain itu, Roblox juga akan menyediakan dua jenis akun khusus untuk pengguna muda di Indonesia, yaitu “Roblox Kids” untuk anak di bawah 13 tahun dengan fitur komunikasi dinonaktifkan, dan “Roblox Select” untuk usia 13 hingga 15 tahun yang hanya dapat berkomunikasi dengan orang yang sudah dikenal.
Perlindungan Anak dan Kontrol Waktu Bermain
Selain aspek keamanan komunikasi, Roblox juga memperkenalkan fitur pengaturan waktu bermain atau screen time yang dapat dikendalikan oleh orang tua. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kecanduan game pada anak-anak. Dengan jumlah pengguna Roblox yang mencapai 45 juta di Indonesia, di mana 23 juta di antaranya merupakan anak-anak, pemerintah memandang penerapan aturan ini sebagai langkah penting untuk melindungi anak di ruang digital.
Meutya juga menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan ini tidak hanya berlaku untuk Roblox, namun juga seluruh pengembang game dan platform digital lainnya di Indonesia harus mengikuti standar perlindungan anak yang sama. Hal ini bertujuan untuk mencegah perpindahan pengguna anak ke platform lain yang belum aman.

