Tuesday, June 9, 2026
HomeEkonomiPurbaya Laporkan Defisit APBN April 2026: Rincian dan Analisis

Purbaya Laporkan Defisit APBN April 2026: Rincian dan Analisis

Bantu Perkuat Rupiah, Purbaya Akui Sudah Intervensi Pasar Obligasi Sejak Pekan Lalu

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, pada Selasa, 19 Mei 2026, melaporkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia mengalami defisit sebesar Rp 164,4 triliun per 30 April 2026. Defisit ini menurun dibanding bulan sebelumnya yang mencapai Rp 240,1 triliun, didorong oleh lonjakan penerimaan perpajakan yang tumbuh secara signifikan.

Menurut Purbaya, defisit yang tercatat saat ini masih dalam kisaran yang terjaga dan sesuai dengan desain APBN 2026. Purbaya memastikan bahwa pengelolaan pembiayaan anggaran terus dijaga agar tetap prudent, efisien, dan fleksibel menghadapi dinamika pasar keuangan, sehingga kondisi APBN ke depannya diprediksi akan semakin membaik.

Kucurkan Rp 2 Triliun Per Hari Demi Perkuat Rupiah, Purbaya: Cuma Dapat Rp 600 Miliar

Pada bulan April 2026, realisasi pendapatan negara mencapai Rp 918,4 triliun, tumbuh 13,3 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan ini didorong oleh pertumbuhan pajak sebesar 16,1 persen menjadi Rp 646,3 triliun. Sementara dari sisi kepabeanan dan cukai, kontribusi tercatat sebesar Rp 100,6 triliun atau sekitar 29,9 persen dari total.

Namun, belanja negara masih lebih tinggi dari realisasi pendapatan. Realisasi belanja negara hingga akhir April 2026 mencapai Rp 1.082,8 triliun, atau 28,2 persen dari pagu APBN, dengan rincian belanja pemerintah pusat sebesar Rp 826 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp 256,8 triliun.

Kemenkeu juga mencatat bahwa keseimbangan primer berada di angka Rp 28 triliun atau 31,2 persen, dengan pembiayaan anggaran sebesar Rp 298,5 triliun atau 43,3 persen. Upaya penguatan rupiah juga dilakukan melalui intervensi pasar obligasi sejak pekan lalu dengan alokasi dana yang cukup besar.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer